Tampilkan postingan dengan label movember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label movember. Tampilkan semua postingan

6 Desember 2013

Movember : Jakarta #2

Pas buka lift, kita disambut dengan arena registrasi Startup Asia 2013 Jakarta Hackathon dengan nuansa merah, putih dan hitam. Udah rame banget ternyata, tapi kita nggak telat-telat amat sih hehe. Tuh kan bener kata gue, disana banyak yang rapih kemejanya, wangi. Banyak bule juga. Banyak orang yang kayaknya sih orang penting. Banyak booth produk yang berhubungan sama TI. Dan gue Cuma bisa takjub…


Setelah registrasi dan dapet cocard participants, kita masuk ke semacam convention hallnya gitu. Ternyata udah mulai, hehe. Ada 50 meja bundar yang dikelilingi 10 kursi. Pada masing-masing kursi sudah disediakan :

  • Satu mainan bebek dengan gantungan Hackathon
  • Goodie bag warna merah yang isinya : 2 Kaos, handuk, sandal, sikat gigi, pasta gigi, sabun, sampo, sisir
  • Challenge dari sponsor
  • Yang paling penting : Stop kontak :3
Nama bebeknya dbugduck

Rifa - Hanan - Wahyu
Ipeh - Jo - Guruh


Atas : Air mineral buat ngglonggongin
Bawah : Guruh habis diglonggongin


Atas : Jo lagi koding
Bawah : Ipeh sama Ripet foto-foto di kamar mandi
Ironis -_-

Mewah banget nggak sih? Rasanya kayak di hotel gitu. Dan gue mulai norak -_-
Oiya, di atas mejanya juga disediakan 10 air mineral masing-masing 1,5 liter. Gue mulai berfikir bahwa kita akan diglonggongkan disana.

Oke, kita masuk ke sesi serius dulu ya….

So, sebenernya Ipeh ikut acara apa sih?
Jadi, gue ikut acara Startup Asia Jakarta 2013. Sebuah event yang diperuntukkan bagi para penggiat dunia IT untuk saling  bertemu, memperluas jaringan, dan sebagai ajang promosi. Mulai dari para developer, investor, pelajar, dan juga media turut andil dalam pergelaran akbar para pecinta IT ini. Startup Asia 2013 sendiri diselenggarakan di Singapura pada bulan April lalu, dan di Jakarta pada 21-22 November 2013. Dikutip dari website resminya http://startupasia.techinasia.com , agenda yang diselenggarakan di Jakarta ini terdiri dari Startup Arena dan Hacakthon.

Hackathon? Hackathon itu apa?
Secara singkat, hacakthon itu semacam kita menghack API (Application Programming Interface) yang dikasih sama sponsor untuk dikembangkan menjadi sebuah aplikasi baru yang bermanfaat dan keren. Hackathonnya sendiri itu berlangsung selama 24 jam. Jadi, para participants yang ikut hackathon itu harus bisa menerima challenge dari pihak sponsor untuk membuat aplikasi dalam waktu 24 jam. 

Ooo gitu. Wah keren ya.. Kenapa sih pengen ikutan acara kayak gini? Kan jauh di Jakarta…
Nah, sepertinya cerita harus dimulai dari sini.. Tahun lalu, Startup Asia juga digelar di Indonesia. Bukan di Jakarta memang, tapi di Bandung. Berdasarkan cerita dari para pendahulu yang udah pernah ikut sebelumnya, Hackathon menawarkan banyak sekali pengalaman. Apalagi disiplin ilmu yang sedang gue tekuni saat ini juga berhubungan banget. Hackathon bisa jadi ajang mengembangkan diri, dan uji kualitas ilmu yang sudah dimiliki. Dan sekarang, apalah arti Jogja-Jakarta kalau kita bisa mendapatkan lebih dari apa yang kita butuhkan? Mumpung ada kesempatan,ada baiknya dimanfaatkan :)

Oke, sesi seriusnya udahan.

Gue masuk dan takjub sama apa yang gue dapat. Ini baru permulaan. Gue yakin selama gue ada disini, pengalaman yang bisa gue dapet pasti tak ternilai. Tapi kalau nanti ternyata gue malah bahas yang melenceng gitu maapin ya :3 *sungkem

Jangan dikira gue ikut Hackathon karena gue udah dewo banget soal coding. Gue nggak ada apa-apanya. Beneran. Gue nggak paham apa itu bootstrap, jQuery, PHP, CSS dan teman-temannya. Oke, gue ngerti tapi ya nggak ngerti-ngerti banget lah ya. Jadi ya semoga keberadaan gue disini bukan sesuatu yang malah bikin orang lain jadi susah.

Memilih meja nomor 50 yang ternyata sebelahan sama prasmanan makan besar. Gue mulai merasa bahwa gue tidak akan kekurangan gizi selama gue ikut Hackathon. Awalnya masih canggung banget soalnya belum bisa menguasai keadaan. Masih malu-malu dan yang sok ngeliatin sebundel challenge dari sponsor sambil mikir "Mau ngikutin challenge yang mana ya?" padahal di kepala gue isinya "Mati gue ini apaan? Kenapa nggak ada yang ngerti --,".

Lama kelamaan sih udah kayak di rumah sendiri aja. Hehe. Permasalahan pertama muncul pas pengen sholat. Ternyata di lantai 9 tidak disediakan mushola untuk para developer. Tempat sholat emang ada dua sih, tapi di lantai satu semua. Otomatis gue harus membiasakan diri untuk naik-turun lantai satu sampai sembilan tiap kali mau sholat. Ya keleeeeuuus~ Gue kan takutan kalo naik turun pake lift. Dan sekarang mau nggak mau harus pake lift kecuali gue mau kaki gue gempor sehari lima kali naik turun lantai satu sampai sembilan pake tangga darurat.

Akhirnya kita berenam membagi diri kedalam dua tim. Gue bareng sama Jo sama Guruh ngambil challenge yang dari Kii (tapi project yang dikumpulin itu malah ke Cyrus  --,). Sedangkan Rifa sama Wahyu sama Hanan ngambil challenge yang dari Cyrus. Kita mulai nyari resources. Gue ngerasa nggak maksimal karena gue rada buta sama PHP dan CSS sedangkan koneksi internet yang disediakan panitia nggak mumpuni. Mana gue nggak bawa modem. Menderita sekali. 

Tapi penderitaan itu sirna ketika gue berada di sekeliling makanan yang disediakan, dan itu menggugah selera sekali. Mulai dari makanan berat, cake, pudding, sup, kopi, air mineral semuanya selalu diupdate dua jam sekali jadi jangan khawatir bakal kelaperan selama disana. Gue harus minta maaf sama perut berkali-kali karena gue nggak bisa nahan diri buat nggak makan banyak. Barangkali, kalau gue ikut hackathon selama seminggu, balik ke jogja gue udah kayak prety asmara :(

Makan makan men

Makan lagi men
Ih sumpah ini enak banget loh cake nya :3

Makan makan lagi juga men

Gue main ke mejanya Rais, Akhi, Rahma sama Sidik. Oke gue belum cerita ya kalau mereka juga ikut Hackathon? Ya, begitu deh jadi mereka juga ambil bagian dalam Hackathon ini. Bedanya, mereka prepare dan mereka paham dengan apa yang mereka kerjakan. Nggak kayak gue. Hehe. Pas main ini gue lihat Rais bawa segelas kopi yang dari baunya sih enak banget kayaknya. Kemudian gue nanya, 

"Mbul itu kopi darimana?"
"Ambil aja, Peh di depan.."

Gue kemudian keluar dan mencari booth yang bisa memberikan gue kopi secara gratis. Daaaan, taraa gue menemukan booth Starbucks. Gue ngambil gelas, memilih moccacino *kalo nggak salah*, mengisi gelasnya, ngasih gula, nutup gelas dan nyolokin sedotan. Dengan pedenya gue masuk lagi ke ruangan dan memamerkan ke anak-anak kalau gue baru aja ngambil kopi.

Keanehan baru kerasa ketika gue minum. Angan angan dari bau yang gue cium di kopinya Rais buyar seketika, ketika di mulut gue, kopi itu rasanya jadi kecut kayak peresan ketek --, Ah, enggak kok bukan salah Strabucks nya, mulut gue aja yang ndeso, susah nerima minuman orang-orang kaya kek gitu. Haha. Alhasil gue menyruput sedikit demi sedikit tanpa gue pikirkan rasanya. Tapi tetep aja kecut. Ditambah gula, tetep kecut. Ya lo bayangin aja, peresan ketek ditambah gula. Apa iya bakalan jadi manis? :o

Kopi ketek

Waktu berjalan cepat malam itu. Kombinasi antara badan remuk karena perjalanan sehari sebelumnya, ditambah AC di ruangan yang super dingin, tidak didukung dengan fasilitas buat tidur. Alhasil sebagai seorang yang kreatif, gue ngajak Rifa untuk tidur di kolong meja. Haha silakan ketawa. Tapi itu the warmest place on that room, percayalah :3 Walaupun nggak lama, tapi lumayan menghangatkan.

Lewat tengah malam, para cowok bergelimpangan. Mereka tidur, sebelumnya Guruh berpesan "Peh, ini kamu terusin ya.." sambil ngasih source codenya ke gue. Gue yang masih ngerasa gabut iya iya aja. Harapan gue ya Cuma semoga gue bisa paling enggak membantu kedua rekan yang sudah cukup disulitkan dengan keberadaan gue. Tapi setelah gue menatap layar laptop cukup lama, gue Cuma bisa ngedit beberapa hal di file yang guruh kasih. Tapi… Yaudahlahyaa.


Aku yo ra dong :3
Ini nemu di dalem kamar mandi

Pagi menjelang dan kehidupan koding masih berlangsung ditempat gue berada. Booth di luar udah sepi dan Cuma diisi sama beberapa developer yang masih aja koding. Mungkin di dalam ruangan terlalu dingin jadi mereka lebih milih di luar. Gue ngapain? Gue masih tetep ngisi perut pakai makanan. Sampai jam 3 dini hari, panitia mengadakan sedikit kuis berbentuk permainan BINGO yang disponsori oleh MIVO. Sayangnya walaupun gue megang dua kertas, ternyata keberuntungan belum berpihak pada gue. Eh tapi tapi suara mbaknya yang nyanyi keren abis gilaak.. Enteng gitu, enak banget didengerinnya. Dan satu hal plusnya lagi adalah, main gitarnya juga bikin melting. Semoga suatu hari bisa main sebagus itu juga :)

Oiya, pas ngegame di pagi buta itu, panitia juga menyediakan delivery makanan ke meja masing-masing peserta.  Gue kembali harus puk puk perut karena gue udah mengisinya dengan oriental bento yang berwujud nasi + ayam + sambel, dan itu pedes banget T.T

Subuh menjelang, badan gue gatel-gatel. Gimana enggak, gue udah 37 jam nggak mandi --, Udah, jangan ketawa, jangan protes, pokoknya gue terakhir mandi pas gue mau berangkat dari Jogja. Walaupun sempet dibagiin tisu basah sebagai pengganti mandi, tetep aja gue kudu mandi. Akhirnya, gue ngajak Rifa mandi di kamar mandi masjid. Setelah mandi, macak cantik, sholat Subuh, kita berdua kembali ke lantai 9 dan ngetawain semua orang yang ada disana karena mereka semua belum mandi hahahaha :D

Tisunya programmer :3

Jakarta dalam gelap


Hayooo, yang udah mandi yang mana ?

Skip sarapan.
Efek dari nggak tidur semaleman adalah, gue jadi ngantuk tak terkendali. Parah banget deh. Cuma duduk aja bisa tidur, dan itu lama banget. Bangun-bangun dengan tatapan 'Maap ya Jo, Bur, aku ngantuk bangeeet…' gitu, tapi habis itu… gue tidur lagi :3

Siang menjelang, setelah Sholat Jum'at saatnya pitching ke Sponsor. Sebelum pitching, meja kita disamperin sama wartawan gitu. Pertamanya Rifa yang kena. Dia diwawancara sama media apaaa gitu. Ditanya-tanyain soal aplikasi yang dia bikin. Dari jauh, gue sama anak-anak yang lain ngetawain dia lah. Haha. Eh, nggak lama, gue juga kena di wawancara sama detikdotcom setelah terjadi insiden tunjuk-tunjukkan pasca mbak reporternya nanya "Disini, yang paling bawel siapa ya?" --, Cuma sayangnya, mereka jahat soalnya nggak ada yang ngambil gambar gue pas di wawancara.

Ini Rifa diwawancara

Gue rasa, reporternya bisa membidik mana yang udah mandi dan mana yang belom hahaha

Skip pitching. Gue maju sama Guruh buat presentasi daaaaaan… Taraaaaaa.. Gue menggombali jurinya dengan jawaban yang iyuh banget sebenernya. Tapi daripada gue nggak kontribusi sama sekali yah :') #dilema

Selesai semuanya pitching, para developer dari kelas F PTI UNY 2011 berkumpul di meja gue daan kita foto bareng. Seru kan :)

Akhi - Jo - Wahyu - Rifa - Rahma - Irfan - Hanan - Ipeh - Rais - Guruh
We're part of @Cuplaxer

Di bagian akhir acara, diumumkan tim yang lolos ke babak selanjutnya. Dari UNY ada 5 tim yang lolos dan salah satunya adalah timnya Akhi. Wah, keren banget mereka. Gue bisa merasakan euforia mereka walaupun tim gue belum lolos saat itu. Yak, selesailah sudah acara Startup Asia 2013 Jakarta Hackathon ini. Banyak hal yang membuka wawasan gue selama disini, walaupun mungkin kalau lo baca cerita diatas, isinya Cuma makan - tidur - gabut gitu. Banyak motivasi yang bisa gue rasakan. Tahun ini barangkali memang tahun coba-coba, dengan moto 'yang penting ikut dulu', tapi semoga tahun depan, keikutsertaan gue adalah bersama dengan moto 'gue harus menang'. 

Nggak sempet ngumpul sama anak-anak yang lain juga sih, gue keburu dijemput Ibu, Ayah, sama adek-adek. Ya, gue nggak ikut temen-temen balik ke Jogja, tapi gue melanjutkan perjalanan gue ke Bogor :D



29 November 2013

Movember : Jakarta #1

Yak, menyambung chapter sebelumnya yang berakhir dengan kebosanan di dalam kereta, kali ini ceritanya adalah tentang bagaiman gue dan temen-temen seperjuangan menghabiskan waktu di Ibukota, Jakarta..

10.30
Kereta mulai berjalan menuju Jakarta. Memasuki bagian ujung timur Jakarta, gue tanya sama Guruh, dimana kita bakal turun. Dia masih bingung, kemudian memantau dari aplikasi maps di Hpnya, sampai akhirnya membuat sebuah keputusan,

"Kita turun di Stasiun Jatinegara"

Padahal sebelumnya yang gue tau, kita bakal turun di Stasiun Pasar Senen. Berhubung di awal gue udah bilang kalau gue bakal nurut aja sama Guruh, makanya gue nggak kebanyakan protes. Lagipula, walaupun gue gede di Bogor 18 tahun, gue juga lumayan.. Lumayan buta soal Jakarta. Hehe. Sementara itu, rombongan UNY yang lain udah pada sampai di Jakarta pada pagi buta, dan mereka udah sempet istirahat dan bersih-bersih di Masjid Polda Metro Jaya.

11.00
Hai, Jakarta :)




Alhamdulillah sampai di Stasiun Jatinegara setelah 12 jam berada di kereta. Langsung kerasa aroma crowdednya. Rameee banget. Gue baru pertama kali menginjakkan kaki disini, apalagi bareng sama temen-temen. Setelah istirahat sebentar sambil ke kamar mandi *buat yang mau*, kita masih akan melanjutkan perjalanan menuju tempat acara berlangsung dengan menggunakan Trans Jakarta.

Jam segitu masih di jalan, emang acaranya jam berapa?
Jadi, acaranya itu dimulai jam 13.00 kawan. Jadi pas turun di Stasiun Jatinegara itu, kita masih belum terlambat. 

Masuk ke halte TJ (Trans Jakarta), kemudian beli tiket dan tanya sama petugasnya, kita harus menghadapi kenyataan bahwa kita harus naik TJ tiga kali untuk bisa sampai di Halte Polda Metro Jaya. Dari Jatinegara kita naik yang ke Kampung Melayu. Inget, harus melayu, kalau jalan doang nanti bisa telat *Mlayu peh, apalho nggak jelas -_-*. Disini, TJ masih bersahabat. Lumayan sepi dan dapet tempat duduk. Tapi sayangnya Cuma bentar :|

Turun di Halte Kampung Melayu dan menuju pintu TJ ke Harmoni. Ini yang paling Subhanallah banget. Sumpah, rame sak-pol-e. Rasanya kayak semua orang Jakarta tuh mau ke Harmoni semua. TJ nya selalu penuh sesak dan kita nggak bisa naik, otomatis harus nunggu TJ selanjutnya dan itu lamaaaaaaaa bingit. Bahkan untuk sekedar dapet posisi wenak buat nunggu pun susah. Kita berdiri, bawa tas gede ditengah jempet-jempetan orang banyak. Lima menit, sepuluh menit, sampai hampir 30 menit kita nungguin TJ yang bisa mengangkut kita berenam. Punggung dan bahu gue mulai nggak kuat..

Akhirnya gue disaranin untuk naroh tas dulu sampai TJ nya dateng. Gue sih waktu itu mikirnya takut keinjek-injek, tapi lama-lama gue nggak mau kelihatan sok kuat padahal udah nggak kuat. Tasnya gue turunin dari gendongan dan gue membiarkan bahu dan punggung gue bernafas sesaat.

Daaaaan, yang ditunggu pun datang. Masuknya tetep berjubel. Di dalem TJ juga masih berjubel. Untung gue masih dapet tempat buat pegangan. Posisi gue lumayan enak, kalau dibandingin sama Wahyu yang di depan pintu dan kegencet-gencet tiap pintunya kebuka. Atau Hanan yang udah kecil, masih kegencet pula.

Ditengah perjalanan gue nggak melihat Rifa pegangan.

"Rip, kamu nggak pegangan tuh karena nggak ada pegangannya apa karena nggak sampe?"
"Ini lho aku udah pegangan Guruh"

Whaaaat :3
Oke skip. Nggak mau memperpanjang. Udah kayak SIM sama KTP aja diperpanjang…

Ketika Rifa sudah mendapatkan pegangan

Naik model transportasi umum kayak gini membuat gue ketemu sama banyak orang. Dan yang menjadi perhatian gue beberapa saat adalah mas-mas *atau mbak ya?* yang berdiri di belakang gue. Kayaknya sih cowok, tapi kok stylenya, dandanannya dan gesturenya itu nggak lakik banget. Gue tuh ya, kalau lihat yang kayak gitu tuh jadi pengen ngakak sendiri. Pengen tau juga apa yang ada di pikiran temen-temen soal masnya itu tapi gue nggak mungkin dong ngajakin mereka ngobrol, dan lagi gue nggak bisa membaca pikiran orang lain. Huuuh.

Alhamdulillaaah, akhirnya gue dapet tempat duduk juga. Tapi yang lain enggak. Dan itu semacam nggak enak tapi gue butuh gitu. Yaudah, akhirnya gue mengabadikan mereka ajah :3

Setelah ngelewatin beberapa halte, sampailah di halte Harmoni. Tujuan selanjutnya adalah Halte Polda, dan trayek Tjnya adalah yang menuju Blok M. Pas bagian ini, Alhamdulillah sebagian besar dapet tempat duduk, dan TJ nya nggak terlalu penuh. Gue sama Rifa malah sempet minta difotoin sama Jo. Haha. Seloooo sekaleee~

Ngeblur bodo amat :3

Sesampainya di Halte Polda, gue pikir bakal istirahat dulu kayak kloter sebelumnya. Ternyata enggak broh, kita langsung menuju tempat acaranya di Plaza Bapindo, Mandiri Tower, Kebayoran Baru, Jakarta dengan posisi semaleman tidur di kereta, belom mandi, masih kumel, kucel dan kita mau masuk ke gedung perkantoran yang sudah bisa dipastikan isinya orang necis dan wangi semua. Sekali lagi kepengen nolak, tapi apa daya udah telat juga dan gue mendingan nurut aja sama Guruh. Paling enggak, gue kudu tetep macak ala orang yang udah mandi *walaupun gak bisa* :3

Sebelum masuk gedung, sempet ketemu sama temennya kakak tingkat gue yang juga mau ikut Hackathon. Yang ngobrol dan kenalan tuh Hanan, gue nggak tau kemana. Kayaknya fokus sama jalan deh..

Kemudian masuk. Kemudian naik lift ke lantai 9. Pas buka lift………..

Movember : Solo

Pada Movember bagian Solo ini, ada dua cerita yang akan gue gabung. Dua kisah berbeda soal Solo.

CERITA PERTAMA :

Sabtu, 16 November 2013

Gue ke Solo dalam rangka tugas negara dari ibu yang meminta gue menjadi perwakilan keluarga Bogor dalam penyambutan tante gue yang baru pulang dari naik haji. Kali ini gue kudu dateng soalnya pas nganter waktu itu gue nggak sempet dateng. Alhamdulillah kali ini dikasih jalan dan kesempatan.

Pagi itu gue habis ngisi acara di GOR UNY, buat Technofest. Tapi sorenya gue udah harus cabut dari Jogja. Alhamdulillah lagi ada Farid yang selalu sedia setiap saat kayak rexona untuk mengantarkan gue ke Stasiun. Walaupun diserbu hujan yang lumayan deres, harus nunggu loket buka selama satu jam lebih,  diserang kelaparan, basah, lengket, pegel, tapi itu semua menyenangkan. Semenyenangkan ketika gue mengingat salah satu alasan kenapa gue harus balik ke Jogja :)

Perjalanan ke Solo kali itu adalah perjalanan pertama gue tanpa kedua orang tua gue, atau siapapun. Naik kereta sendirian, gue Cuma dibekali pesan untuk jaga diri, dan di stasiun mana gue harus turun. Satu jam berlalu cepat. Walaupun seat yang harusnya gue dudukin udah ditempatin ibu-ibu dan gue nggak tega buat mintanya, sehingga gue harus berdiri, entah kenapa perjalanan ini terasa begitu cepat.

Sampai di Stasiun Purwosari gue dijemput mas sepupu gue yang tinggal sama tante gue. Berbanding terbalik dengan cuaca di Jogja yang sendu-sendu basah gitu, Solo malam minggu itu terang benderang. Gue bisa lihat bulan purnama yang bunder sak-pol-e, dan memingin-mingini Farid di Jogja. Cuma, Solo itu nggak seenak Jogja. Udah, gitu aja komentarnya :3

Dua hari gue dirumah tante gue. Jenguk adek sepupu gue yang ternyata udah jago banget ngomongnya. Gue takjub. Baru 40 harian nggak ketemu dan dia sudah menunjukkan progres yang luar biasa. Dia baru 1 tahun 5 bulan tapi udah pinter menghafal dan meniru sampai tiga suku kata. Nggak kebayang gedenya jadi kayak gimana…

Di Solo gue dijejelin coklat terus. Ada coklat yang bentuknya kayak krikil di akuarium gitu. Awalnya sangsi pas ditawarin tante gue, tapi ternyata itu adalah cemilan yang cukup membuat gue nambah. Sekali.. Dua kali.. Berkali-kali..

Senin pagi gue pulang lagi ke Jogja naik Bus. Kali ini gue mengejar waktu kuliah jam 7.00, dan gue baru dapet bis jam setengah 6 lewat beberapa belas menit. Dan yang paling mengejutkan adalah ketika Farid bilang Merapi meletus lagi :O Terus gue coba crosscheck via twitter daaaaaan bener broh… Ternyata erupsi lagi. Gambar yang diambil dari daerah utara rada serem juga. Tapi sayangnya dari tempat gue naik bis, mendung, jadinya nggak bisa lihat Merapi.

07.30
Gue turun di Janti, sambil nunggu Farid yang balik lagi ke Gondokusuman karena lupa bawa  helm buat gue :3 Kemudian kuliah. Asiknya kuliah di Lantai 3 adalah bisa lihat Merapi yang semakin siang semakin kelihatan gagahnya :D

***

CERITA KEDUA :

Rabu, 20 November 2013

Ini cerita yang lain. Tapi ini adalah awal dari perjalanan super panjang yang melelahkan sekaligus menyenangkan yang akan gue ceritakan. Sebuah perjalanan yang sebenernya nggak perlu, tapi dibikin jadi perlu sama sebagian orang. 

"Kadang kita perlu mundur selangkah untuk maju dua langkah"

Jadi, kita akan sedikit ke timur untuk melangkah jauh ke barat sana. Gue sama lima orang temen sekelas gue punya hajat lumayan gede, yaitu jadi peserta Startup Asia 2013 Jakarta Hackathon yang diselenggarakan di Plaza Bapindo, Mandiri Tower, Kebayoran Baru, Jakarta. Apa sih Hackathon itu? Nanti akan gue ceritain di movember edisi Jakarta. Hehe.

16.50
Gue sampai di Lempuyangan setelah mampir ke banyak tempat. Yang ATM lah, yang Indomaret lah, yang Popeye lah. Cuma buat beli logistik buat di perjalanan. Yah, as usual, gue nggak bisa kalau perjalanan jauh dengan perut kosong. Jadi, gue menyediakan minimal makanan pengganjal kalau sewaktu-waktu gue laper di tengah jalan.

Ternyata gue dateng paling terakhir sementara yang lain udah pada nunggu. Ada Guruh, Hanan, Wahyu, Jo dan partner cewek satu-satunya, Rifa. Suasana Lempuyangan sore itu lumayan crowded. Sebelum-sebelumnya, gue belum ngeh banget perjalanan seperti apa yang diinginkan oleh tour leader kita (Guruh). Yang gue tau, sebelum ke Jakarta, kita bakal ke Solo dulu. Gue sih nurut aja, gue mempercayakan perjalanan ini pada cowok-cowok yang gue anggap sudah berpengalaman karena tahun kemaren mereka juga udah ikutan acara kayak gini meskipun bukan di Jakarta. Paling enggak, mereka nggak se newbie gue :3

Setelah memastikan semua anggota lengkap, kita masuk ke stasiun. Dari UNY, yang ikut Hackathon nggak Cuma kita berlima. Tapi masih ada puluhan yang lain, yang terdiri mulai dari temen seangkatan, kakak tingkat, sampai adik tingkat tahun 2012. Sayangnya, meskipun tujuan kita sama, kita melaluinya dengan jalan yang berbeda.  Mereka naik kereta Gaya Baru Malam dan kemungkinan sampai di Jakarta pagi buta keesokan harinya. 

Sambil nunggu kereta Sriwedari yang bakal membawa kita ke Solo, gue main UNO sama Rifa, Hanan, dan Jo. Setelah selesai beberapa putaran, kereta datang dan kita siap-siap naik. 

itu jejernya Rifa nggak tau siapa :3

"Peh, pokokmen aku ro kowe yo…"" - Rifa

Iya, kita Cuma cewek berdua. Dan kudu saling bahu membahu :3 #sosweeet

Naik ke Sriwedari, penuh, sama kayak pas gue ke Solo di cerita sebelumnya. Tapi kali ini gue nggak berdiri. Gue, Rifa sama Wahyu duduk, sementara Guruh, Hanan sama Jo berdiri. Buat ngisi perjalanan, gue ngobrol sama Rifa, tapi entah kenapa perjalanan ke Solo kali ini begitu lambat kerasanya. Sebenernya ada yang gue khawatirkan, sampai-sampai Rifa ngomong apa, gue menanggapi sekenanya aja. Duh, maaf ya Rip~ Tapi, selo banget kalau di perjalanan bareng sama temen-temen kayak gini terus guenya galau. Gue harus bisa bikin perjalanan ini semenyenangkan mungkin.

19.00
Sampai di Stasiun Balapan Solo.
Gue pikir bakal yang break dulu gitu, istirahat, makan, sholat. Tapi ternyata enggak.. Patut diketahui, ternyata kereta yang akan membawa kita ke Jakarta itu bakal kita naikin di Stasiun Jebres, jam 22.30. Haha :3 Jadilah, kita ke Stasiun Jebres dulu. Tapi kali ini, kita mengandalkan semuanya pada KAKI dan GPS. Hahahahahaha *ketawa setan*

Awalnya gue yang.. "Eh ternyata beneran ini jalan kaki?", kemudian yang nggak yakin gitu. Tapi masa iya gue minta gendong. Siapa juga yang mau gendong? Berbekal pengalaman gue yang sering jalan-jalan lumayan jauh, ditambah pernah ndaki gunung pakai tas yang sama, gue jalan aja… Toh gue nggak sendirian. Mereka semua menghibur gue selama di jalan. Oke, lebih tepatnya saling menghibur. 



Gue bawa dua tas. Satu yang ransel, satu tas jinjing. Tapi tas jinjing gue bentuknya lebih mirip sama keranjang ayam. Jadilah gue diledekin,

"Peh, kowe ngopo nggowo pitik?" - Jo
("Peh, kamu ngapain bawa ayam?")

Sial --,

Ada lagi ledekan kayak gini,

"Ipeh koyo TKW sing dideportasi.." - Wahyu, waktu gue jalan sambil manggul tas jinjing di pundak.
("Ipeh kayak TKW yang dideportasi")

Atau, ketika gue jalan jejer sama Hanan, ngelewatin sebuah tempat tambal ban, dan dia nyeletuk,

"Peh, tambal ban aja namanya langgeng lho.." - Hanan

Minta dikepruk semuanya :|

Jalanan Solo malam itu cukup rame. Cuma sayangnya trotoarnya dikit. Gue merasa itu adalah sebuah permasalahan ketika gue sendiri yang membutuhkan, tapi ternyata malah nggak tersedia. Sampai jalannya harus mepet mepet pinggir dan beberapa kali diklakson mobil di deket lampu merah. Tapi itu asik… Yang nggak asik Cuma karena gue bawa tasnya berat bingit *nangis* *elus-elus pundak*


Kenapa ada kepalanya Rifa? :O

Satu jam berlalu dan Stasiun Jebres udah kelihatan.
Hoooooh~ Break dulu di Pom Bensin, sholat sama ngelurusin kaki. Kalau saja yang biasa memijat kakiku ada disitu :3

Bawaan gue. Beneran kayak keranjang ayam ya emangnya? :(

Setelah break sebentar, jalan lagi sedikit, terus ketemu sama tempat makan lesehan gitu. Sambil nunggu yang cowok-cowok pada sholat, gue jajan dooong. Beli teh anget sama bakmi goreng buat dimakan sambil nunggu kereta di Stasiun nanti.

20.30
Pas sampai di Jebres, gue takjub karena bentuknya nggak kayak stasiun. Kecil gitu. Tapi model bangunannya klasik, kayak lorong mau kemanaaa gitu. Setelah cek KTM sama tiket, kita masuk dan menemukan bahwa stasiun itu bener-bener sepi~ Sepi banget dah pokoknya. Cuma ada kita sama beberapa petugas stasiun. 



Hal pertama yang gue lakukan adalah menghabiskan bekal yang gue persiapkan untuk makan malam, ditambah sebungkus bakmi goreng dan teh anget. Tapi karena bakmi + nasi udah bikin gue super kenyang, ayam gorengnya berakhir di perut Rifa dan tempat sampah :( Habisnya mau gue hibahkan biar nggak mubazir, eh nggak ada yang mau jal…

Apa yang bisa kita lakukan selama menunggu sampai kereta datang?
Yak, Hanan membawa kabar baik. Ternyata di Jebres disediakan Free Charger dan Free Wifi. Berbahagialah gue yang merupakan fakir wifi ini :3 Terus main UNO lagi, dan gue memanfaatkan kesempatan terakhir untuk selonjoran dengan guling guling di lantai stasiun. Absurd sih, tapi mumpung sepi. Hehe.

Semuanya freeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee :3

Hanya ditemani UNOnya saja yang terus ada di dalem tas

22.00
Bosen main UNO, ngecharge udah selesai, kemudian kita balik ke tempat duduk dan nunggu kereta dateng sambil ngisengin orang, berisik dan main plesetan. Suasana stasiun udah berubah jadi rame. Dan gue baru tau kalau ramenya ya pas deket-deket kereta mau dateng aja. Nggak semua kereta berhenti di stasiun ini. Cuma ada dua, yang satu Matarmaja yang bakal gue naikin, yang satunya lagi lupa. Bener-bener pengen membunuh waktu dan sebenernya gue malah pengen skip langsung sampai di Jakarta.

22.50
Kereta dateng.  Sebuah pengakuan, ini adalah pengalaman pertama gue naik kereta ekonomi dalam sebuah perjalanan jauh. Dan begitu gue masuk, gue cukup takjub dengan pemandangan yang gue lihat. Oke, silakan ledek gue, silakan bilang gue apapun, tapi itu bener-bener membuat gue berkata "Oh my God..". Lihat orang berserakan gitu, ada yang di pembatas gerbong lagi tidur. Ada yang di bawah kursi, tidur juga. Ah, pokoknya segala bentuk deh. Tapi gue mencoba kalem, mencoba stay cool dan mencoba biasa aja. Ini hal yang biasa. Cuma gue yang menganggap nggak biasa karena gue belum terbiasa :)

Sampai di tempat duduk, kita mulai atur formasi. Sayangnya, tempat duduk kita nggak pas di kursi yang berenam. Tapi berempat dan sisanya berdua. Gue sama Rifa pengen di deket jendela, jadilah formasinya : Gue sebelahan sama Hanan, membelakangi arah jalannya kereta. Rifa sama Jo dan Wahyu sama Guruh. Tapi yaa, walaupun itu kereta ekonomi, overall gue merasa cukup nyaman karena nggak sumuk *iyalah ada Acnya*.

Sepanjang jalan, biasaa, kalau nggak makan ya ngobrol, ya ledek-ledekan, ya tidur. Sepertinya gue adalah salah satu yang kebo banget karena tidurnya paling lama. Lewat dari jam 24.00 gue udah nggak sadar, bangun-bangun jam 4.00 terus tidur lagi.

05.00
Subuh. Gue diajak wudhu sama Rifa. Kamar mandi kereta ekonomi itu ada di ujung-ujung gerbong. Pas gue mau masuk kamar mandi buat wudhu, ternyata keretanya berhenti… Bagian paling serunya adalah ketika gue ngeh keretanya berhenti di pinggir laut. Wahaaaaa~ Sayangnya, Cuma bisa kerekam dengan bagus di ingatan gue. Kamera handphone Cuma bisa menangkap segini doang :O



Alhasil gue cengengesan sendiri. Nggak tau yah, gue kalau lihat sesuatu yang bagus gitu emang suka mbayangin yang indah indah njuk cengengesan sendiri. Semisal gue ngelihat gambar menara eifel gitu, terus gue jadi bayangin suatu hari gue ada disana sama seseorang gitu kan terus jalan-jalan menikmati indahnya sore sambil bergandengan tangan memberi makan burung yang berikcauan sambil menghabiskan waktu *halah, kepanjangan*. Ya, semacam itu lah. Gue harus kembali fokus bahwa gue mau wudhu buat sholat, bukan mau memandangi laut.

Ternyata laut itulah alasan kenapa Guruh ngajak susah susah lewat Solo dulu buat berangkat ke Jakarta. Biar kita punya cerita yang beda dari yang lain. Biar kita bisa ngerasain pengalaman yang beda dari yang pernah kita alamin. Oke, nice job, Bur :)

Gue juga bisa lihat sunrise dari tempat gue duduk. Beberapa gunung menjulang yang entah gue nggak tau namanya apa, seakan menyembulkan rona kemerahan di ufuk timur. Gue menikmati aja, sambil melaksanakan tugas negara untuk memastikan bahwa seseorang di ujung sana sudah bangun dan tidak terlambat untuk kuliah :)


Apa yang gue lihat dan apa yang berhasil gue abadikan dari tempat gue duduk

Tapi kok ya semakin siang gue semakin bosen ya di kereta -________________-

Akhirnya kita mengobati kebosanan dengan…. Foto-foto. Ah, foto-foto sebentar juga udah bosen. Yaudah ganti, makaaaann. Ah, makan kebanyakan entar perutnya minta dikosongin. Yaudah ganti, tiduuuuur… Yah, yah yah… Zzzzz~ *kemudian tidur*.




Ada apa setelah tidur? Simak chapter Movember selanjutnya ;)

Movember : Semarang

Sabtu, 2 November 2013

Alhamdulillah dapet kesempatan buat menginjakkan kaki ke Semarang awal bulan ini. Masih sama seperti sebelumnya, gue bisa sampe Semarang lagi karena lomba robot. Bedanya, kali ini gue jadi peserta, bukan supporter. Dan kali ini, gue bareng-bareng sama temen-temen hima, bukan temen-temen UKM.

Persiapan buat lomba ini lumayan lebih lah dibanding waktu mau lomba di PNJ, April lalu. Tapi, tetep aja gue ngerasa masih bego banget soal robot, terutama line follower. Tiap mau latihan, adaaaa aja yang ngalangin. Ujung-ujungnya latihan beberapa hari menjelang perlombaan, dan terbatas Cuma sampai jam setengah sembilan malam. Kadang juga udah Cuma kebagian waktu sedikit, pas latihan malah gabut. Soalnya masih keder kalau mau ngikut ngutak ngatik robotnya. Kalau malah jadi rusak kan bahaya -______-

Hari H.
Jam setengah empat pagi udah duduk cantik di sekre HIMA. Nggak ngerti, seneng aja gitu rasanya jam segitu bisa leluasa di PKM. Menikmati suasana sekre di pagi buta yang enggak sepi-sepi banget. Setelah melakukan ritual wajib yaitu check in di foursquare, gue nungguin temen-temen yang lain dateng. Setelah Riyan dateng, gue menculik dia ke Indomaret terdekat. Yakali gue perjalanan jauh nggak bawa logistik. Kasian cacing didalam perut yang meronta kepedihan.

Skip. Beli susu beli roti beli makanan banyak pokoknya.
Jam setengah lima, bus berangkat. Sayangnya gue dapet jackpot. Gue duduk di kursi yang sandarannya nggak bisa tegak. Jadi, kalau gue nyender, itu sandaran ikut turun. Dari yang Cuma miring 10 derajat jadi 180 derajat. Bikin nggak bisa tidur. Terus gue pindah sebelah Edah, bisa tuh tidur. Nggak lama, suruh pindah duduk deket Dina. Posisinya masih belum seratus persen sadar. Tapi saking ngantuknya, tetep aja gue tidur dan  ujug-ujug bangun udah di Ambarawa broh :O

Sebelum berangkat

08.00
Arrived at Undip Kampus Tembalang *eh iya bukan sih?* -_-

Macak cantik, turun bus, foto-foto gitu terus registrasi peserta. Dapet cocard sama PIN *lumayaaaan~*. Masuk pitstop, kemudian cek robot, lihat track, nyoba-nyoba, lihat bagan pertandingan, terus upacara pembukaan.

Bukan HIMANIKA namanya kalau enggak kompak dan seru. Tim robot HIMANIKA yang berjumlah sembilan tim bawa track uji coba sendiri loh. Berhubung pit stopnya lebar, jadi kita bisa menggelar track yang lebarnya juga lebar banget *ini bahasa apabanget sih*. Selain untuk uji coba track, panitia ELINFO juga sekalian promosi loh. Flyernya ditempel di bagian belakang robot yang lagi uji coba, nyediain leaflet yang bisa diambil secara gratis, sampai masang pamflet di badan ketua HIMA. Woooow :O Kita doakan sukses untuk ELINFO yak..


Leaflet ELINFO di robot Tirek

Ini pak ketua HIMA nya

Selama di UNDIP, gue lebih banyak tidur. Soalnya udah kayak disediain gitu. Nggak keitung deh berapa kali gue tidur disana. Dan mungkin pit stop HIMANIKA lebih terlihat seperti tempat pengungsian :3


Pit stop dan track uji coba punya HIMANIKA

Emm, pokoknya, inti pertandingannya, UNY belum bisa masuk 3 besar dan hanya bisa bertengger di peringkat 4. TIREK 23, timnya Edah, gue sama Wulan Cuma berhasil masuk 16 besar setelah gagal menyelesaikan finish. Kalau boleh protes sih, pengen protes soal Tracknya, tapi yaudahlah yaaa~ *macak bijak*


Gue, Edah, Wulan


TIREK 23

Beberapa raut wajah terlihat kecewa. Soalnya ada yang udah diancer-ancerin bakal menang, eh ternyata malah nggak sampai di final. Acara selesai jam setengah delapan kalau nggak salah. Meskipun kalah, nggak mengurangi kenikmatan untuk foto-foto. Habis itu makan bersama, berdoa dan pulang kembali ke Jogja. Tapi sayangnya, di perjalanan macet banget dan alhasil sampai di Jogja lagi pas udah tengah malem.

24.00
Menginjakkan kaki di PKM yang masih belum beranjak keramaiannya karena temen-temen dari HIMA Elekktro lagi persiapan buat agenda mereka yang cukup gede. Gue naik ke sekre, ambil helm, kemudian dijemput dan pulang ke rumah.

Yak, itu sepenggal cerita selama gue di Semarang. Dulu gue menjadikan Semarang sebagai impian gue. Tapi, sekarang bahkan gue udah dua kali sampai di Semarang. Seneng? Iyalah. 




Ada satu foto lagi di Instagramnya Annis



26 November 2013

Movember : Introduction

Oke, kali ini tulisan gue akan berbentuk sequel. Jadi, beberapa tulisan akan gue gabung kedalam sebuah tagline yang berjudul 'Movember'. Tulisan-tulisan yang akan gue buat mungkin beberapa akan panjang, karena merupakan sebuah catatan perjalanan yang gue lakukan selama beberapa minggu di bulan November ini.

Kenapa taglinenya Movember?
Yak, jadi di bulan November ini gue melewati banyak sekali peristiwa yang mengharuskan gue untuk berpindah. Pindah dalam artian apapun. Pindah dalam maksud apapun. Tapi yang paling bisa gue dan orang-orang lihat dan rasakan adalah gue mengunjungi beberapa kota di Pulau Jawa. Beberapa untuk tugas negara, beberapa untuk liburan (atau meliburkan diri).

Di dalam sequel ini nantinya akan ada cerita tentang perjalanan yang gue lakukan selama bulan November. Dari awal bulan, di Semarang, sampai sebuah maraton perjalanan Jogja - Solo - Jakarta - Bogor - Cianjur - Bandung - Bogor - Jogja yang harus gue lewatin selama satu minggu.

Oke, kali ini gue akan merasa kalau tulisan gue ini bakalan ada yang baca. So, jangan sampai melewatkan tulisan-tulisan gue yang akan segera ditulis yak :p *nyengir*