19 November 2019

Semua Akan Kelar pada Waktunya

Photo by Kiy Turk on Unsplash

Curhat deh sekali sekali. Hehe.

Udah hampir semingguan ini mendadak jerawat bermunculan (lagi) di muka. Sekian lama pergi kok mendadak kembali. Tanpa diundang lagi. Bye bye lagi deh muka yang udah mendingan kemarin-kemarin. Akhirnya aku evaluasi diri. Mulai dari apa yang aku makan, kok kayaknya normal-normal aja seperti biasanya. Minum air putih juga rasanya cukup, apalagi aku menyusui. Nggak makan junk food, nggak kurang tidur juga tuh. 

Akhirnya aku menyadari sesuatu. Hm, sepertinya jerawat ini berasal dari stress yang muncul. Ternyata aku punya lumayan banyak tanggungan kerjaan yang sudah hampir mendekati deadline. Huh, dasar procastinator. Rasakan akibatnya!

Emang sih belakangan ini lagi lumayan banyak kerjaan di depan laptop. Rasanya kayak yang nggak selesai-selesai. Baru ngerjain A, tau-tau ketambahan B. B kelar, eh datang si C, D dan seterusnya.

Sejak ada baby, aku sebisa mungkin selalu menyelesaikan pekerjaan di kantor. Nggak ada yang kubawa ke rumah. Alasannya, rumah adalah tempatku main sama baby. Aku nggak mau dan rasanya juga nggak punya waktu untuk ngerjain kerjaan kantor di rumah. Aku mau energiku di rumah habis buat aku main sama baby dan ayahnya aja.

Alasan kedua adalah, aku sejak dulu bukan tipe orang malam. Alias tim bobok gasik. Haha. Jadinya kalau udah menidurkan baby, biasanya aku ikut tidur. Bay bay kerjaan~

Kembali ke beberapa kerjaan belakangan ini.
Jadi hari ini ada beberapa deadline yang sudah harus selesai. Karena waktu kerja di kantor nggak cukup (walaupun udah bener-bener berusaha dicukupkan), akhirnya aku berencana nyelesaiin di rumah ketika baby udah tidur. Ada kerjaan ngelanjutin tulisan, bikin soal PAS, bikin soal ulangan harian sama bikin proposal kegiatan sekolah plus undangannya. Hampir semuanya harus selesai di hari Selasa ini.

Ternyata, seperti biasa semalem aku ikut ketiduran setelah menidurkan baby. Aku kebangun jam 11 malam karena baby nangis. Biasanya karena haus dia bangun dan akan tidur lagi kalau udah dbf. Eh, ini enggak dong. Dia nggak mau dbf, nggak mau tidur, maunya guling-guling di atas kasur. Tapi matanya masih ngantuk banget. Kayaknya dia baru nggak enak badan karena emang beberapa hari belakangan ini idungnya suka meler gitu. Flu gitu.

Akhirnya baby berhasil tidur sebentar, terus nangis lagi dong. Masih dengan nggak mau dbf dan malah guling-guling kesana kemari. Akhirnya berulang lagi drama malam itu sampai jam 3 pagi. Aku sebenernya berencana bangun gasik sekitar jam 3 dan ngelarin kerjaan. Rencana berhasil, tapi mataku ngantuk parah.

Setelah menjelang subuh ayahnya baby dan ibu mertuaku bisa bantu (ayahnya baby juga habis begadang nyicil kerjaan, wkwk), akhirnya aku bisa ngerjain satu-satu kerjaanku. Rasanya kepala sama mataku panas banget. Dan di saat itula aku juga baru ingat kalau harus jadi pembina apel di sekolahan. Hahaha.

Aku merasa hari Selasa ini akan jadi hari yang padat. Tapi aku juga percaya bahwa semuanya akan selesai satu persatu. Jadi nggak ada alasan buatku untuk kabur dan menghindari semua itu.

Pas aku udah kelar mandi, baby masih bobok. Ternyata badannya anget dong T.T tapi ku ukur pake termometer ternyata nggak sampai di atas 37 derajat suhunya. Alhamdulillah. 

Berangkat sekolah mamak baby ini drama. Pengen di rumah aja nemenin baby. Tapi nggak sampe 5 menit kemudian ku cium kening baby dan ayahnya, pamit. Aku berangkat menghadapi hari ini.

Sampai sekolah masih sepi. Masih bisa agak santai sambil cari-cari materi untuk pembina apel. Pas pelaksanaan apel Alhamdulillah lancar banget.

Begitu mau masuk kelas di pelajaran pertama, ternyata anak-anak lagi ujian kompetensi keahlian (UKK) which is tidak ada KBM. Alhamdulillaaaaaah Allah ternyata kasih waktu senggang buatku dari jam 07.30 sampai 9.15. Akhirnya waktu itu aku pakai untuk nyelesaiin proposal kegiatan sama nyelesaiin bikin soal PAS. Selesai pas di jam 9.15 dan akhirnya bisa rehat sejenak.

Pas rehat itulah aku pake waktunya untuk cari info soal pendaftaran CPNS tahun ini. Aku dan Abang berencana daftar, tapi kami belum menyiapkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani padahal batas pengumpulan berkasnya itu hari senin depan. Saking sibuknya sampai lupa tanggal. Ternyata waktunya sesempit itu.

Bukan aku namanya kalo nggak riweh. Akhirnya aku WA beberapa teman yang juga akan daftar CPNS tahun ini. Menurut informasi, untuk mendapatkan surat keterangan sehat itu harus ambil nomor antrian dulu baru beberapa hari kemudian ikut tes. Pokoknya intinya udah nggak bisa deh kalau mau tes di RS pemerintah di prov DIY.

Akhirnya jalan terang datang lewat sepupuku yang juga mau daftar CPNS. Aku didaftarkan untuk tes jasmani dan rohani di salah satu RS di luar provinsi DIY. Nanti lah kalau udah selesai tesnya mungkin ku akan cerita. Alhamdulillah, perkara tes kelar. Sejujurnya kalau ngurus sendiri tuh aku juga nggak tau kapan karena jadwal ngajarku yang cukup padat dan menjelang akhir semester kayak gini tuh udah tinggal ulangan harian, alias nggak bisa ditinggal.

PRku tinggal satu nih. Ngelanjutin tulisan yang deadlinenya minggu ini. Mudah-mudahan aku bisa memanfaatkan waktu yang ada biar nggak keteteran lagi. Semua pasti akan kelar pada waktunya. Asal waktunya nggak dibikin melar. Haha.

Mudah-mudahan jerawatku juga bisa segera go away dari muka.

Mudah-mudahan juga baby segera sehat lagi dan bisa lahap makan serta bobok pules di malam hari.

Aamiin.

Oiya btw hari ini aku dapat kabar gembira dari sepupuku yang juga temen dan adek kelasku waktu SMP. Hari ini mereka resmi jadi Ayah dan Ibu setelah kelahiran putri mereka. Ini juga salah satu kebahagiaanku hari ini :)

2 komentar:

Komentar dari: