Tampilkan postingan dengan label 2017. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2017. Tampilkan semua postingan

4 Desember 2017

Meet Up dan Sharing Pejuang ASI bersama #BestBunda

Sebagai seorang yang baru beberapa bulan lalu menikah, rasa-rasanya ada banyak hal yang perlu gue persiapkan dalam menyambut petualangan menjadi emak-emak di masa yang akan datang. Sebelum nantinya gue punya anak, gue pasti akan melewati fase kehamilan. Sebelum anak-anak gue bisa nyari duit sendiri pas udah gede nanti, kami pasti bakal melewati berbagai fase tumbuh kembang mulai dari melahirkan, menyusui, dan mendidik supaya anak-anak gue tumbuh menjadi anak yang sholih dan sholihah kebanggaan Bunda sama Ayahnya. 

Nah, tau nggak sih kalau ternyata mengusahakan anak supaya tumbuh menjadi anak yang sholih bisa dimulai sejak bayi lahir?

Demi mencapai pengetahuan itu, beberapa hari yang lalu gue mengikuti sesi breastfeeding sharing barengan sama #BestBunda dan Herba Farmindo. Awalnya masih agak malu-malu karena ternyata hampir sebagian besar pesertanya adalah bunda bunda yang udah berpengalaman dalam dunia ASI. Sore itu, sharing session dibersamai oleh seorang Bunda luar biasa yang jauh-jauh datang dari Sidoarjo bersama dengan calon dedek yang masih di perut, buat berbagi pengalaman seputar ASI dari A sampai Z. Beliau adalah Bunda Arit Widowati, yang sukses meyusui putra-putrinya selama dua tahun penuh. Walaupun karena jarak kelahiran yang berdekatan ternyata mengharuskan Bunda Arit ini .harus menyusui saat hamil, bahkan tandem menyusui kakak dan adik.

Jangan membayangkan Bunda Arit ini adalah seorang ibu rumah tangga ya. Beliau saat ini masih berstatus menjadi PNS di salah satu instansi pemerintahan yang jam kerjanya nggak bisa seenaknya. Nah, kenapa sih Bunda Arit sampai mengkhatamkan ASI selama 2 tahun untuk putra putrinya? Emang segitu penting ya ASI full selama 2 tahun untuk bayi?

Bunda Arit Widowati

Niat yang Kuat: Menyusui adalah Sunatullah dan Kodrat Wanita
Bagaimana cara bayi agar dekat dengan ibunya? Dalam agama Islam, ternyata Allah terlah berfirman dalam QS Al-Baqarah 233 tentang kewajiban ibu untuk menyusui dan menyempurnakan penyusuannya selama dua tahun. Terus tugas ayah apa dong? Nggak mungkin kan Ayah juga menyusui. Nah, kewajiban Ayah adalah mencari nafkah makanan dan pakaian untuk ibu si bayi dengan cara yang ma'ruf (baik).

ASI adalah hak anak. Kewajiban orang tua adalah memenuhinya, dan menyempurnakannya sampai dua tahun. Kalau kewajibannya aja nggak dipenuhin, bagaimana caranya menuntut hak untuk meminta anak yang sholih? Tahukah kalian ketika manusia mulai meninggalkan kodratnya (menyusui), maka pasti akan terjadi kerusakan di bumi ini. Jadi, kalau sekarang ini kita lihat anak-anak yang ketika remaja agak susah diatur, kayaknya perlu ditelusuri tuh dulu, ASI nya genap dua tahun atau enggak ya? Hehe.

Dengan meyusui, akan timbul bonding antara anak dengan ibunya. Kasih sayang itu dapat ditransfer melalui aroma, suara, sentuhan, tatapan mata, sekaligus air susu yang diminum si bayi. Gue yang segede ini aja masih ngerasa nyaman banget kalau ada deket ibu dan dielus-elus, gimana dedek bayi coba?


Windows Shopping Vendor Bersalin
Saat memilih tempat bersalin, carilah yang Pro IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dan Pro ASI. Sejauh yang sering gue lihat, setelah bayi lahir, biasanya langsung dibersihkan dan dimasukkan ke dalam ruangan khusus bayi dan dipisah dari ibunya. Nah, kalau tempat bersalin yang selama ini sering gue lihat itu lebih banyak yang kurang Pro IMD dan Pro ASI. Padahal, IMD itu penting sebagai awal bonding antara ibu dan anak. IMD dilakukan dengan meletakkan bayi di dada ibu, sampai bayi menemukan sendiri puting ibu. Terus, bayi nggak langsung dimandikan dulu soalnya aroma ketuban itu sama dengan aroma ASI yang bisa mempermudah bayi menemukan puting ibu. Pas sesi IMD ini, jangan bingung kalau dedek bayi nggak segera menemukan puting ibu, soalnya biasanya dedek bayi bakalan butuh waktu sampai dengan satu jam.



Allah Menjamin Rezeki Anak Melalui ASI dalam Payudara Ibu: Jangan Terpengaruh Iklan Susu Formula
Terkadang ada bunda yang merasa ASInya sulit keluar. Ada pula yang saking sibuknya, sampai nggak sempat menyusui anak. Akhirnya, anak keburu nangis dan rewel, sehingga banyak yang mencari jalan pintas dengan meminumkan susu formula untuk bayinya menggunakan dot supaya dedek bayi nggak nangis lagi.

Pada dasarnya, setiap ibu bisa mengeluarkan ASI. Kecuali para bunda yang qadarullah ada sakit tertentu misalnya kanker payudara atau sakit hipertiroid. Jadi, tetaplah berusaha ya para bunda. ASI dapat dipancing keluar melalui pembentukan hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin didapat dari frekuensi penyusuan, dan oksitosin didapat dari perasaan senang atau bahagia bundanya. Terus, ada juga nih hormon inhibitor yang menghalangi produksi ASI. Ini terjadi karena payudara jarang dipakai menyusui. Nah, suami dan keluarga perlu banget nih mendukung bunda yang sedang jadi pejuang ASI. Jangan dikit-dikit, "Udah, sufor aja. Itu dedeknya keburu laper.."

Tahukah bahwa susu terbaik itu berasal dari spesies yang sama? Selain itu, pola pemberian susu formula pada bayi dengan menggunakan dot akan membuat bayi bingung puting. Maksudnya gini, dot itu kan bagian yang karetnya itu agak longgar ya, nah saat si bayi nyusu pakai dot, dia mempergunakan kekuatan sedikit saja, susunya sudah keluar banyak. Nanti ketika si bayi menyusu lagi pada ibunya, dengan kekuatan sedot yang sama, dia hanya akan memperoleh sedikit ASI. Nah, bayi kalau kayak gitu ternyata bisa kesel terus marah-marah. Kalau ujung-ujungnya tambah rewel, siapa yang mau tanggung jawab? Hehe.

Mencari Ibu Susuan
Kebolehan menyapih sebelum bayi berusia dua tahun ternyata diperbolehkan, dengan catatan, jika kedua orang tua bayi bercerai, dan penyapihannya atas kerelaan kedua orang tua bayi. Terus, kalau ibunya tidak mau menyusui, maka harus dicarikan ibu susuan. Mencari ibu susuan itu nggak sembarangan lho, gaes. Dalam islam, ada aturannya. Misalnya, cari yang jenis kelaminnya sama. Karena kalau udah satu ibu susuan, ntar gedenya bakal jadi mahrom dan nggak boleh menikah. Begituu.

ASI sendiri sifatnya spesies spesifik. Jadi komposisinya dibuat sesuai dengan kondisi dan usia bayi. Jadi, kalau mau cari ibu susu, sebisa mungkin juga carilah yang usia bayinya sama dengan bayinya bunda.

Cara Menyusui yang Benar
Kunci menyusui adalah posisi. Posisi menyusui yang kekinian adalah natural breastfeeding. Jadi si ibu sambil setengah duduk setengah tidur, terus si dedek dagunya nempel ke payudara ibunya. Nah karena dalam ASI itu ada ASI depan (foremilk) yang berfungsi untuk pertumbuhan otak, dan ASI belakang (hindmilk) yang berfungsi untuk menambah berat badan, keduanya harus masuk ke perut bayi. Caranya adalah dengan menyusui sampai habis atau sampai mulut bayi terlepas dengan sendirinya dari perut ibunya.

Dengan menyusu langsung dari payudara ibunya, rahang bayi akan menjadi lebih kuat. Tapi, jika terpaksa menggunakan pompa untuk memerah susu ibu, gunakanlah peralatan yang dapat dilepas pasang dan disterilkan. Tapi yaa, harganya lumayan mahal. Udah deh paling bener dan paling hemat emang langsung dari sumbernya. Allah udah kasih sesempurna mungkin.

Beberapa kendala pada ibu menyusui adalah kadang-kadang puting ibu tidak keluar. Solusinya adalah dengan tetap menyusui terus, lama-kelamaan bayi akan mengenali puting ibu, dan ibu akan belajar kebiasaan si bayi. Atau bisa dengan cara lain, yakni merangsang puting dengan menggunakan pompa payudara atau menarik puting keluar. Nggak jarang juga puting ibu lecet dan luka. Lakukan pijatan atau massage pada payudara yang bengkak sampai terasa tidak bengkak lagi.

Kapan Mulai MPASI?
Jika WHO awalnya menentukan bayi mulai mendapat MPASI pada usia 4 bulan (yang kemudian diubah menjadi 6 bulan karena terdapat anak dengan masalah pencernaan), Bunda Arit bilang bahwa pada usia 6 bulan tidak semua anak siap untuk makan.

Sebelum memulai MPASI untuk anak, perhatikan terlebih dahulu tanda kesiapan anak. Apakah sudah bisa mengunyah, ataukah sudah bisa duduk tegak. Hal ini juga sesuai dengan adab makan Rasulullah. Duduk tegak berkaitan dengan kerja lambung. Mengunyah makanan juga agar ada peran air liur yang ikut bekerja dalam mengolah makanan. Selama anak belum mulai MPASI, ASI tetap jalan terus ya bun. Kalau enggak, ntar dedeknya makan apa? :3


ASI Booster Tea untuk Merangsang Produksi ASI
Tak perlu cemas bun kalau ternyata produksi ASI untuk dedek masih kurang. Kini ada ASI Booster Tea yang bisa meningkatkan produksi ASI hingga 900% dalam 24-72 jam. Pertama kali diluncurkan tahun 2012, kini sudah memasuki tahun kelima. Cara penyajiannya sangat mudah. Hanya perlu direbus selama kurang lebih lima menit atau sampai mendidih, kemudian diminum sarinya. Karena ini bentuknya teh (walaupun nggak ada kandungan daun teh-nya), jadi bisa dicampur dengan gula atau madu. Bisa diminum kapan aja, bahkan sambil tea time juga bisa sebagai pengganti teh biasa.

Di dalam ASI Booster Tea ini ada kandungan habbatussauda, fenugreek (stimulator potent untuk produksi ASI), fennel, anise, Alpinia powder, moringa, dan cinnam. Berbagai komposisi untuk satu manfaat, yakni produksi ASI yang melimpah.


Website: www.asi.web.id
Facebook: http://fb.me/asi.web.id
Instagram: http://instagram.com/asiboostertea
Twitter: http://twitter.com/sumberinfo_ASI


ASI Booster Tea dari Herba Famindo


***

Nah, lewat acara breastfeeding sharing ini, gue jadi banyak tau tentang dunia per-ASI-an. Gue juga jadi tau kalau awal mendidik anak menjadi anak sholih bisa dimulai dari menyempurnakan penyusuannya selama dua tahun. Setelah ini, mudah-mudahan Allah mempercayakan amanah buat gue sama Farid dalam rupa malaikat kecil penghibur hati kami yang insya Allah sholih dan sholihah. Aaaamiiiin…

"Every mom has their own battle" - Bu Arit
Saya 100% mendukung ASI BOOSTER TEA untuk pemberian ASI Eksklusif ❤

#OxytocinJourney #asibooster #asiboostertea #PetisiASIX



25 November 2017

Cerita Pernikahan: #IpehFaridMerit from A to Z

Hari ini genap satu bulan pasca ijab qabul yang Farid dan ayah gue ucapkan pagi itu.....

Jabat tangan Sakral

Rasanya jadi newly-wed itu amat sangat bahagia sekaligus penuh kejutan. Bagaimana tidak, mulai saat itu, dari bangun tidur sampai tidur lagi bisa ketemu sama si dia yang tercinta. Yang waktu masih belum nikah dulu, tiap jam 8 malem udah keburu-buru pamitan pulang, sekarang bisa selalu stand by jam berapapun. Lebih dari itu, setelah menikah ini segala sesuatunya nggak bisa cuma mikirin diri sendiri. Gue yang udah 6 tahun hidup jauh dari orang tua dan melakukan segala sesuatunya 'nyaris' sendirian dan hanya untuk untuk diri gue sendiri, sekarang udah ada yang bisa diajakin kerja sama. Apakah lantas pekerjaan rumah jadi lebih mudah? Jawabannya bisa ya, bisa enggak. Yang pasti adalah, kebahagiaan itu ada saat kita bisa melewati semua hal bersama dengan dia yang tercinta.

Setelah di postingan sebelumnya gue cerita soal administrasi untuk bisa melangsungkan pernikahan, kali ini gue akan cerita tentang siapa aja yang ada di balik layar persiapan sampai pelaksanaan pernikahan gue dan Farid. Hastag yang ada di judul itu baru kepikiran tadi, hehe, jadi kalo disearch di IG nggak bakalan ada #penting. Mudah-mudahan ini bisa jadi referensi untuk pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan di daerah Gunung Putri - Citeureup, Kab. Bogor, Jawa Barat.

Ngunduh Mantu #221017
1. Tempat dan Tanggal Pernikahan
Housing Indocement #131017
Tempat adalah hal yang paling krusial untuk melangsungkan pernikahan buat kami karena kami memutuskan untu tidak menggelar resepsi di rumah, jadi ini yang paling pertama dicari. Gue booking di bulan Juli akhir untuk acara bulan Oktober. Sewa gedung menjadi pilihan yang paling bijak karena gue tinggal di perumahan yang jalannya cukup sempit buat menggelar acara hajatan. Kelebihan nyewa gedung adalah, yang punya hajat nggak perlu terlalu repot dengan urusan rumah karena rumah nggak perlu berantakan berhari-hari. Selain itu, tempatnya juga lebih luas kalau di gedung, udah tersedia lahan parkirnya juga. Fasilitas lebih lengkap dan nggak bakal ngganggu fasilitas umum (misalnya sampe nutup jalan).
Gedung yang waktu itu jadi pilihan adalah Aula Masjid As-Salaam atau Aula Housing Indocement. Kedua gedung ini jadi pilihan karena lokasinya yang cukup strategis serta kemudahan akses sewa gedungnya karena ayah gue karyawan di Indocement. Gue nggak tau sih kalau bukan karyawan bakalan lebih susah atau enggak. Setelah diskusi lebih dalam, keluarga gue akhirnya milih di Aula Housing Indocement aja karena beberapa benefit yang diperoleh, salah satunya kami juga dipinjamkan 3 rumah untuk transit keluarga besan dan untuk ruang rias khusus. Nggak terlalu mewah memang, tapi amat sangat cukup. Keluarga besan nyaman, keluarga gue nyaman. Pokoknya semuanya senang.

Pelaksanaan Ijab Qabul dan Resepsi juga dalam satu tempat yang sama. Alasannya apa? Ya biar nggak ribet aja harus kesana kemari. Hehe.

Dari tanggal yang kami ajukan, ternyata udah ada yang booking duluan. Hiks. Awalnya gue dan Farid memilih 07 Oktober 2017 sebagai tanggal pernikahan. Soalnya tanggalnya bagus, bisa jadi 071017 gituuu. Eh sayangnya kurang jodoh, akhirnya kami mundur seminggu. Tanggalnya nggak jadi tanggal cantik deh wkwk.

Pelaminan Gaya Jawa
Soal tempat dan tanggal udah kelar. Selanjutnya gue ngurus administrasi di KUA, kemudian cari undangan dan wedding organizer. Untuk proses di KUA, bisa baca di postingan ini ya!
2. Undangan
Setelah tanggal, waktu dan tempat fix, gue baru bikin undangan. Kalau nggak salah, gue bikin undangan di awal September, dengan asumsi kalau nyetak undangan itu nggak butuh waktu lama, paling 2 minggu kelar. Sebagai amateur-designer #halah, desain undangan gue bikin sendiri, nanti tinggal cari jasa cetaknya.

Bentuk kami bikin yang nggak ribet, tapi tetap sopan. Hanya satu lembar hardboard plus amplop aja. Nggak pakai hotprint juga. Karena undangan itu walaupun memang ujung-ujungnya cuma jadi pengingat waktu dan tempat, tapi tetap harus enak dibaca, dipandang, dan nggak terkesan 'nggampangke'.
Untuk jasa cetak, gue coba searching di instagram. Nge-DM berbagai akun penyedia layanan jasa cetak undangan. Setelah survei harga kesana kemari dari harga yang rendah sampai yang tinggi, ketemulah salah satu jasa yang harganya nggak terlalu mahal tapi kualitasnya juga nggak murahan. IG nya adalah @centralpernikunik. Gue lihat display instagramnya lumayan oke punya, ownernya juga cukup fast response. Untungnya lagi adalah, lokasinya satu arah dengan akses untuk ke tempat kerja. Jadinya nggak usah ngalang deh. Berasa jodoh bet (sama tempat bikin undangannya lhooo~)

Amplop Undangan

Hardboard Undangan

Ownernya ternyata seumuran sama gue dan Farid, dan kuliah di kampus yang sama! Cuma beda fakultas. Jadi, pas ngambil undangan yang beratnya segede gaban itu (karena lumayan banyak dan ditaruh sekardus gede bok!), kami malah sempet saling cerita tentang kuliahan. Kata ownernya, dia sibuk bikinin undangan buat orang lain, tapi belum kepikiran bikin buat dirinya sendiri. Hehe. #marikitadoakanmasownernya

Perihal siapa-siapa yang menjadi daftar undangan, gue menyerahkan sepenuhnya kepada orangtua. Yang bab ini gue udah mental banget ide dan sarannya. Pokoknya harus ngundang 'yang ini', kalo enggak... Ya pokoknya harus. Akhirnya, yang diundang cukup banyak walaupun gue banyak yang kagak kenal. 
3. Wedding Organizer (WO)
Pencarian wedding organizer ini juga butuh waktu yang lumayan lama. Dari mulai tanya-tanya ke temen yang udah nikah duluan, sampai cari-cari via instagram. Gue mulai membandingkan harga kalau sewa dekorasi-rias-catering-dll nya terpisah dan udah dalam satu paket.

Sempet ada kejadian salah satu WO yang gue kontak ini baper, terus agak marah-marah gitu sama gue karena di mata dia, konfirmasi gue terlalu lama. Haha. Ya, namanya juga membandingkan ya. Kadang juga oerlu diskusi sama orang lain, nggak bisa gue memutuskan sendiri dan secepat itu. Yasudahlah, untungnya nggak jadi pakai WO yang itu, bisa baper mulu entar kesananya.

Setelah gue dapet beberapa paketan dan harganya, gue share ke keluarga inti. Kami berembug berhari-hari, sampai akhirnya temen ayah gue ngasihtau WO yang dia pakai waktu nikahin anaknya beberapa bulan lalu. Katanya cateringnya lumayan enak, ayah-ibu gue yang waktu itu dateng kondangan juga bilang cateringnya lumayan enak. Terus yang punya WO itu juga ternyata kenal sama tante gue. Ahahaha. Cocok.. Akhirnya gue dikasih kontak whatsapp Mbak Tuti selaku owner dari @oemahmanten99 dan mulai tanya-tanya.
Yang bikin gue tambah seneng adalah, ternyata baju yang gue dan Farid pengen pakai saat resepsi tersedia di WO nya Mbak Tuti. Lihat-lihat portfolio dekorasinya juga lumayan. Mbak Tuti orangnya juga super baik dan ramah, mau tanya-tanya jam berapapun tetep dilayani. Gue sama Mbak Tuti ini cuma mengandalkan Whatsapp buat komunikasi. Ayah-ibu gue juga baru dateng ke rumah Mbak Tuti buat ngobrol-ngobrol pas udah bulan Agustus pertengahan.
Setelah berdiskusi, akhirnya keluarga memutuskan jadinya ambil paket di Mbak Tuti. Jadi, segala hal mulai dari rias-dekor-catering-dokumentasi sampai souvenir pun Mbak Tuti yang pegang. Gue tinggal bilang aja mau yang kaya gimana. Oiya, soal souvenirnya tuh gini; jadi, karena gue ambil paket untuk jumlah undangan tertentu, ada bonus photobooth unlimited. Nah, itulah souvenirnya. Udah termasuk di paket dan nggak perlu nambah biaya lagi. Ini sih lumayan neken biaya banget. Awalnya gue dan Farid pengen souvenir kek bibit pohon atau bunga gitu, tapi semakin mendekati hari H kok semakin nggak terpikirkan. Yasudahlah pakai saja tawaran dari Mbak Tuti itu.
Untuk konsep besar pernikahannya, gue sama Farid milih pakai adat Jawa. Sempet ada drama dikit sih soal baju, tapi ya nggak lama kok. Yang tadinya mau cari baju yang bludru warna hijau gara-gara lihat di Pinterest (tapi ternyata susah dan nggak sesuai pakem), jadinya pakai kebaya hitam yang jadi pilihan kedua kami aja (dan itu ada di Mbak Tuti).
Di H-1, ternyata ada hal yang masih missed. Yaitu soal frame yang bakal dipakai buat naruh handlettering. Salah paham dikit sih, tapi lagi-lagi Mbak Tuti dengan sigap bisa menyelesaikan permasalahan itu. Nggak seru bener kayaknya idup gue kalo nggak ada surprise kecil kecil gitu. Duh, mengingatkanku pada ujian skripsi #ahsudahlah.
4. Baju Akad



Baju akadnya gue bikin di penjahit langganan deket rumah. Gue nyari inspirasinya dari Pinterest. Gue pengen pakai baju yang kelihatan elegan, tapi tetep simpel. Dan yang pasti, harus bikin badan gue keliatan berisi. Haha. Problematika yang tidak biasa banget kan gue. Saat bride-to-be yang lain galau karena mau nikah tapi badannya nggak kurus-kurus, gue malah galau karena nggak gemuk-gemuk.

Kain yang dipakai untuk bikin baju akad gue ditemukan oleh Farid di sebuah pojokan toko kain di bilangan Jalan Solo. Kainnya baru datang, belum diukurin dan belum dikasih harga. Tapi Farid langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Akhirnya, dibelilah kain itu setelah si empunya toko kain segera memasang harga. Soal selera, Farid mah nggak usah diragukan. Pilihannya insya Allah selalu oke, termasuk ketika memilihku jadi istrinya. Wahahahahahaha~

Detail brokatnya itulhoo..
Kerempongan terjadi saat gue nyari-nyari kerudung yang mau dipakai buat akad. Bolak balik toko kain ternyata yang gue cari nggak ada. Setelah kaki sengkleh, ternyata ketemunya di toko busana muslim Annisa di jalan Solo. Alhamdulillah.... Tinggal pakai dan nggak perlu ke tukang jahit buat menjadikannya kerudung.

Kalau baju akadnya Farid pakai setelan jas hitam dengan kemeja putih, dipadukan dengan peci hitam dan sepatu kincling. Ganteng dah pokoknya.
5. Seserahan
Belum selesai dibungkus.
Buat seserahannya nggak ribet sih. Modalnya cuma googling dan tanya ke calon ibuk mertua (waktu itu) buat tau seserahan apa aja yang mesti disiapkan. Gue sama Farid pengennya seserahan ini bakalan berguna untuk menunjang kehidupan berumah tangga. Dan yang terpenting adalah, hemat. Haha. Jadilah, untuk kotak seserahannya kami bikin custom di tukang kayu. Minta dibikinin dengan beberapa ukuran yang berbeda. Jadi setelah dipakai di nikahan nanti, boksnya tetep bisa dipakai untuk tempat penyimpanan ataupun buat jadi nampan.
Isinya standar sih yaa. Googling aja deh pokoknya hehe. Gue sama Farid milih sendiri isinya mau apa. Jadilah hampir dua minggu muter-muter cuma buat nyari seserahan. Iyaa, waktunya agak repot karena kalo pagi sampe sore gue di sekolah. Terus nyari seserahannya sore. Kadang cuma dapet sedikit terus udah capek, bahkan kadang nggak dapat apa-apa karena nggak nemu barang yang dicari. Belom lagi kalo udah mulai bandingin harga. Bisa bolak-balik ke toko tertentu tapi karena keburu capek malah nggak jadi dapet barang yang dicari. Hahaha.
Kelar urusan isi dan wadahnya, kami sempet survei jasa yang bisa bungkus seserahan. Ternyata mahal juga ya. Untuk satu boks aja jasanya minimal 40.000. Kalau dikali 5 aja udah 200.000 buat bungkus seserahan doang. Alhasil, mengingat tangan gue ini kadang nggak bisa diem, dan dengan prinsip awal bahwa mau hemat, akhirnya kami memutuskan untuk bungkus seserahannya sendiri. Hahaha. Bermodalkan pinterest untuk cari inspirasi, dibantuin ngelembur sampe H-7. Akhirnya kelar juga. Sama sekali nggak merasa repot sih gue, soalnya ngerjainnya seneng-seneng aja.


Contoh seserahan yang kuhias sendiri

6. Cincin Nikah
Untuk bagian yang ini, gue nggak nyiapin sama sekali karena dari awal emang gue bakal pakai cincin lamaran. Jadi, yang ini skip ya.
7. Wedding Sign
Seperti biasa, nggambar sendiri dooong. Kalo mentemen mo pesen buat nikahannya juga boleh banget. Hehehe. Bisa sambil buka-buka @sasamitalokart juga!

A post shared by Sasmitaloka Art🎨 (@sasmitalokart) on

Kalau dilihat-lihat, hampir sebagian besar printilan emang gue kerjain berdua sama Farid. Nggak terlalu ribet nyari-nyari (walaupun tetep banyak waktu buat nyari), lebih hemat, dan puas juga. Alhamdulillah, pada hari H pelaksanaannya, semua berjalan sesuai dengan rencana. Pak penghulu datang tepat waktu, tata rias gue memuaskan, catering nggak keteteran, tamu senang, tuan rumah juga senang. Tetap yang paling mengharukan adalah momen sungkem dan saat gue minta izin ke Ayah Ibu untuk nikah sama laki-laki pilihan hatiquuuu.

Nah, yang gue tulis di atas adalah detail A to Z di acara resepsi di Bogor. Untuk acara ngunduh mantu yang di Kulon Progo nggak terlalu ribet juga karena gue pakai baju yang dipakai pas akad. Tapi dengan riasan yang agak beda dikit. Kenapa pakai baju pas akad? Karena bajunya baguuuuus. Hahaha. 

Untuk acara ngunduh mantu, yang bikin gue jadi cantik adalah dedek Nopi @syaabrinann. Terus hijab do nya emang pengen yang sederhana, jadilah gue pakai seperti yang biasanya gue pakai. Tapi perasaan gue lebih puas aja. Entah kenapa.

Terakhir,

Terima kasih buat semua pihak yang udah berkenan repot di acara pernikahan gue sama Farid. Orang tua kami, adik dan kakak, keluarga besar, om tante, pakde budhe, sepupu-sepupu, teman-teman, sahabat dan tetangga kanan kiri yang jauh lebih repot dibandingkan mantennya. Terutama untuk teman-teman kuliah dan organisasi kami yang rela jauh-jauh datang dari Jogja ke Bogor. Nggak pernah menyangka saat akad nikah kami, kalian ada di tempat yang sama. Terharu sungguuuuuuh... Terima kasih terima kasih terima kasih.

Aku sama Farid nggak bisa membalas apapun, mudah-mudahan Allah menerima kebaikan semuanya sebagai ladang pahala, dan mudah-mudahan Allah membalas dengan berlipat ganda. Aamiin.

Cerita tentang kehidupan newly-wed gue tulis di postingan lain ya. Mudah-mudahan tulisan ini bisa jadi inspirasi dan kalau mau contact person atau info yang lebih detail, feel free to ask me on comment section below. Thank you~





We're our dream come true ♥

7 November 2017

Mencari Tahu UserID Instagram dan AccessToken

Untuk mencari tahu userID Instagram Anda, Anda dapat membuka link ini.
Nanti akan muncul tampilan seperti ini.



Klik Generate Instagram Access Token. Anda akan diminta untuk melakukan login ke akun instagram Anda.



Tara! Access Token akun Instagram Anda sudah jadi.



Bagian yang kotak berwarna oranye adalah UserID, sedangkan seluruh kodenya merupakan AccessToken. Anda tinggal copy-paste keduanya dalam blog Anda, kemudian memberikan sedikit pengaturan untuk peletakannya. Maka, feed instagram Anda akan muncul dalam blog, seperti yang ada di bagian bawah blog ini.

Selamat mencoba!

1 Oktober 2017

Cerita Pernikahan: Yuk dek, kita ke KUA!




Siapa yang menunggu ajakan kayak gitu, hayo ngaku?

Kalian para wanita berusia 20an yang inner circlenya udah pada update foto honeymoon, nggendong baby kesana kesini, ngerasa pacaran udah lama tapi gitu-gitu aja, udah keseringan dapet undangan nikahan temen, dan nggak kepengen nambah dosa lagi gegara pacaran, pasti menanti si abang mengucapkan ajakan itu. 

Nah, jika suatu hari nanti si abang udah ngajakin ke KUA, ini dia beberapa hal yang harus kalian siapkan supaya perjalanan menuju halal nya nggak kebingungan. Gue mau ngeshare ini juga supaya kenangan sekali seumur hidup ini bisa gue baca-baca lagi beberapa puluh tahun yang akan datang. Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi gue dan si Abang yaaa. Bisa aja karena beda tempat juga beda aturan, tapi secara garis besar sama kok.

So, here we go!

Setelah tanggal pernikahan ditetapkan oleh kedua pihak keluarga, kalian bisa mulai mempersiapkan diri mengurus segala macam administrasi untuk daftar di KUA. Pada kasus gue dan si Abang, kami akan menikah di tempat orang tua gue tinggal, yang mana tidak berada dalam satu provinsi dengan KTP kami berdua. So, supaya kami bisa daftar di KUA di wilayah tempat nikah, kami harus mencari surat numpang nikah terlebih dahulu.

Gue dan si Abang punya KTP dengan domisili yang sama, jadi ngurusnya nggak perlu di dua tempat. Lebih simpel dan #ehem bisa bareng-bareng juga. Ehehehe. Kami juga ngurusin semuanya berdua, karena semua orang sibuk dan nggak ada yang bisa dimintain tolong. Hahaha. Nggak ding. Ya karena memang bisa dikerjain berdua, yaudah, kerjain aja berdua. Itung-itung latihan ketemu birokrasi biar nggak kaget kalau nanti perlu ngurus administrasi setelah berkeluarga. Lagian nih ya, menurut gue, ngurus administrasi pernikahan yang nggak pake calo juga malah bikin semakin terasa perjuangannya. Kadang, ada hal yang bikin emosi agak naik turun gitu. Tapi karena ngurusnya sama si Abang, yaaa nyenengin lah tetepan. Hehehe.

1. Minta surat pengantar dari Padukuhan
Step pertama, kalian harus sowan ke rumah Pak Dukuh untuk minta surat pengantar. Di beberapa tempat yang nggak ada padukuhannya, step ini bisa diganti dengan minta surat keterangan dari RT dan RW setempat. Syarat yang harus dibawa cuma KTP kalian aja kok. Nanti Pak Dukuh bakalan ngasih surat keterangan yang harus dibawa dan diteruskan ke Kelurahan.

2. Meminta kelengkapan berkas di Kelurahan
Setelah bawa surat pengantar dari Pak Dukuh, kalian bisa langsung ke kelurahan untuk daftar nikah. Dokumen lainnya yang harus kalian bawa adalah: KTP, fotokopi KK, fotokopi akte kelahiran dan fotokopi ijazah terakhir. Nanti berkasnya diserahkan ke petugas kelurahan untuk diinput ke formulir N1, N2, dan N4. Kalian juga bakalan ditanya mau nikah tanggal berapa dan tempatnya dimana. Jangan lupa untuk minta surat keterangan belum pernah menikah buat calon pengantin laki-laki dan perempuan yaa. Karena ini surat pernyataan, maka dibutuhkan materai. So, siapkan materai 6000 juga ya gaes.

3. Cek kesehatan di Puskesmas
Sejujurnya gue baru tau kalau mau nikah itu perlu imunisasi dulu. Ehehehe. Jadi, bagi calon pengantin laki-laki dan perempuan, perlu ikut tes kesehatan dulu di Puskesmas. Gue pikir kan cuma yang perempuan doang, ternyata yang laki-laki juga loh. Sepaket. Cumaa, kalau untuk yang laki-laki, materi pemeriksaannya lebih sedikit. Satu doang malahan. Nah, materi pemeriksaan buat yang perempuan kayak gini nih.

Pertama, cek darah dan tes urin dulu.
Cek darah cuma ditusuk ujung jarinya untuk lihat kadar HB dalam darah. Kalau tes urin itu untuk mengetahui si perempuan dalam keadaan hamil atau enggak. Iyaaa, ditesnya pake test pack gituu.

Kedua, cek fisik dan wawancara.
Ukur berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan diwawancara terkait riwayat penyakit yang pernah diderita. Terus ditanya juga terkait kesehatan keluarga. 

Ketiga, cek kesehatan gigi.
Duduk di kursi periksa, terus dicek ada gigi yang berlubang atau enggak. Udah itu doang. Sama diingetin supaya sikat gigi 2x sehari, setiap setelah sarapan dan sebelum tidur.

Keempat, suntik TT dan cek gizi
Ini masuknya ke klinik KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) ya. Oiya, TT itu Tetanus Toxoid, jadi imunisasinya untuk mencegah penyakit tetanus pada bayi. Terus perutnya diperiksa lagi, ada isinya apa enggak. Wkwk. Waktu itu gue tesnya pas belum makan, jadinya kosong song sooong. Setelah itu lingkar lengannya diukur. Ukuran lingkar lengan minimal itu 23cm, sedangkan punya gue nggak sampai segitu, alhasil yaaaa disuruh lah nggemukin badan.

Nah, kalau udah langsung ke kasir dan bayar. Waktu itu gue habis Rp. 64.000-an. Nanti bakal dapat amplop tersegel yang isinya hasil tes kita di puskesmas tadi.

Hasil Pemeriksaan di Puskesmas


4. Pengesahan berkas di Kecamatan
Kelurahan selesai. Puskesmas selesai. Selanjutnya, tempat yang harus dituju adalah kantor kecamatan. Disana, tinggal menyerahkan berkas dari kelurahan untuk ditandatangani Pak Camat. Nanti setelah ditandatangani, difotokopi satu kali. Berkas yang fotokopi diserahkan ke Kecamatan untuk arsip.

5. Ke KUA Domisili dulu Dong!
Semua berkas dari kecamatan dan puskesmas dibawa ke KUA. Beuh, rasanya menginjakkan kaki di KUA tuh aura deg-degannya udah mulai berasa. Karena niatnya nyari surat numpang nikah doang, jadinya sih nggak banyak ditanya-tanya.

Ini yang diantarkan ke KUA tempat menikah


6. Ini dia saatnya beneran daftar KUA
Untuk bisa daftar ke KUA, gue dan si Abang harus menempuh perjalanan jauh dan juga pake acara 'meliburkan diri' dari tempat kerja. Semua berkas, baik yang fotokopian maupun yang asli juga jangan sampai lupa dibawa. Oiya, berkasnya juga dilengkapi dengan surat pernyataan Wali dan fotokopi buku nikah orang tua ya gengs. Ditambah foto berwarna ukuran 4x6 1 lembar dan 2x3 2 lembar.

Masuk ke ruang kepala KUA. Ditanya mau nikah tanggal berapa, dimana dan jam berapa. Terus dicatat di buku induk gitu. Setelah itu, langsung ke bagian input berkas dan dikasih blangko untuk pembayaran ke bank. Biaya administrasinya Rp.600.000 dan disetorkan ke kas negara. Bayarnya bisa di bank mana aja.

Sebagai tambahan, pendaftaran nikah di KUA paling enggak 3 bulan sebelum hari H ya. Ini mengantisipasi kesanggupan penghulu untuk menikahkan sepasang calon pengantin.

Untuk KUA tempat gue daftar, calon pengantin harus ikut bimbingan pra nikah gitu. Gue nggak tau bentuk kegiatannya ngapain aja, habisnya si Bapak yang gue tanyain malah ngejawab dengan jawaban yang ngeselin parah. Kayaknya sih ya cuma dengerin ceramah aja sih. Dan berhubung gue baru bakal balik ke rumah beberapa hari sebelum nikah, yaaaa, bimbingannya nanti aja mepet-mepet. Keknya nggak ada tuh acara pingit-pingitan segala. Secara, gue kan juga kerja. Wkwk.

Nah, selesai sudah pendaftaran nikah ke KUA. Proses di tempat asal mulai dari Padukuhan, Kelurahan, Puskesmas, Kecamatan dan KUA domisili selesai hanya dalam waktu 5 jam sajaaa. Padahal gue udah parno banget takut nggak selesai di waktu yang gue rencanakan karena terlanjur beli tiket kereta. Alhamdulillah Allah baiiik banget. Dua hari sebelum ke Bogor, ternyata nggak ada KBM di sekolah, jadi gurunya bisa pulang cepet dan gue sama si Abang bisa ngurusin.

Sekarang, gue tinggal menunggu tanggal pernikahan gue sambil tetap melanjutkan hidup. Tetep ngajar kayak biasanya, tetep ngerjain pesenan hand lettering kayak biasanya, tetep main juga kayak biasanya. Yang berubah palingan gue sekarang udah mulai nyicil perabotan buat persiapan berkeluarga nanti. Belajar lagi caranya bagi waktu. Pokoknya, belajar jadi menteri dalam negeri yang baik buat keluarga kecil gue nanti.

Minta doanya ya gengs, mudah-mudahan Allah ridho dan semuanya berjalan lancar. Waktu nulis ini, gue belum deg-degan yang gimana-gimana. Tapi semakin deket waktunya, pasti gue makin deg-degan. Wkwk.

Jadi, siapa yang setelah ini nyusul ke KUA?



26 September 2017

Membuat Sharing File Menggunakan HFS

Semuanya berawal saat workshop pembuatan buku ajar kemarin. Setelah workshop selesai, peserta diminta mengumpulkan buku yang udah dibuat melalui HFS (HTTP File Server). Nggak perlu modal koneksi internet, yang penting di komputernya ada web browser dan IP Server sama Client nya berada dalam satu jaringan. Peserta udah bisa download materi dan upload tugas dalam waktu yang singkat. 

Tiba-tiba gue kepikiran untuk menggunakan HFS dalam pendistribusian tugas dan pengumpulan tugas. Selama ini untuk distribusi tugas gue mengandalkan Google Drive dan bit.ly. Cukup efektif sih, jadinya siswa bisa buka tugas di komputer masing-masing. Terus pengumpulan tugasnya via flashdisk. Nah, masalahnya itu flashdisk yang dipakai cuma satu, punya gue doang. Alhasil waktu yang tersita untuk ngumpulin tugas aja bisa 30 menitan sendiri karena harus gantian.

Oiya, jangan dibayangkan sekolah tempat gue ngajar adalah sekolah dengan fasilitas super lengkap dan siswa yang seluruhnya berada di keluarga menengah ke atas ya, jadi tiap kelas itu jarang banget yang punya flashdisk sendiri. Udah gitu, di lab komputer yang buat belajar Microsoft Office nggak ada proyektor yang stand by, adanya portable dan kabelnya pendek banget. Jadi gurunya yang harus puter otak supaya pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik.

Mau coba pakai fitur sharing dari Windows langsung, tapi kok ribet. Mau coba kumpulin tugas via email, ribet juga. Mau lewat e-learning harus bikin akun dulu. Ribet. Gue dari kemaren bertanya-tanya, ada nggak sih portal yang bisa dipakai untuk upload file tanpa harus punya akun dulu dan nggak butuh koneksi internet? Ternyata, HFS bisa jadi solusinya.

Pertama-tama, download dulu aplikasi HFS nya di sini. File sizenya ringan kok, nggak terlalu besar. Udah gitu, portable dan nggak perlu diinstal dulu.

Sebelum menggunakan HFS nya, pastikan dulu IP Address Server dan Client udah berada dalam satu jaringan. Karena kasusnya hanya di laboratorium yang notabene cuma satu ruangan dan hanya ada 30-an PC, dan biasanya juga udah disetting untuk UNBK juga, jadi biasanya IP Address nya udah satu frekuensi. Kalau ternyata belum, silakan ubah dulu IP Address di servernya supaya jadi satu frekuensi.

Kalau sudah, buka deh HFSnya. Nanti akan muncul tampilan seperti ini.



Selanjutnya, gue akan mengupload file yang akan gue tugaskan kepada siswa. Caranya klik Menu, Add Files, kemudian pilih filenya.



Nanti setelah file berhasil diupload, tampilannya adalah sebagai berikut.

Untuk mengecek tampilan dari web browser, klik pada bagian yang diberi tanda panah. File yang sudah diupload tadi sudah bisa didownload oleh Client dengan mengetikkan IP adress Server di Web Browser.


Jika tugas sudah didownload dan dikerjakan, kini saatnya membuat tempat untuk mengupload tugas. Caranya adalah dengan membuat folder baru di HFS. Caranya kayak gini nih..

Buat dulu folder di File Explorer komputer. Misalnya di Drive D:. Misalnya nama folder yang dibuat adalah "Mengumpulkan Tugas".

Kemudian buka kembali HFS, klik Menu, pilih Add Folder from Disk. Lalu pilih folder yang tadi sudah dibuat.

Kemudian pilih Real Folder, sehingga muncul folder dengan warna merah.



Sekarang kita sudah memiliki tempat untuk mengumpulkan. Namun, folder yang sudah dibuat tadi perlu diatur agar bisa digunakan Client untuk mengupload file. Caranya adalah sebagai berikut:

Klik kanan pada folder "Mengumpulkan Tugas", kemudian pilih Properties.

Setelah itu pilih Tab Upload dan beri tanda centang pada pilihan Anyone. OK.


Cek kembali di Web Browser. Maka sudah tersedia pilihan untuk Upload file. Siswa tinggal diminta mengupload tugas yang sudah dikerjakan melalui file yang sudah di-share.


Gimana? Gue rasa sih ini jauh jauh jauhhhhh efektif dibandingkan metode yang sudah gue terapkan sebelumnya. File sharing ini selanjutnya nggak hanya bisa diterapkan untuk tugas lho. Lebih luas lagi, bisa juga dipakai untuk sharing file lainnya.

Selamat mencoba!




13 September 2017

Proteksi PDF: Agar File PDF-mu Tak Bisa Disalin-Tempel (Copy-Paste)

Sebagai seorang guru, gue pasti dihadapkan dengan pembuatan administrasi guru atau perangkat pembelajaran. Salah satunya adalah membuat tugas yang harus dikerjakan siswa. Berhubung mata pelajaran yang gue ampu berhubungan dengan langsung dengan teknologi informasi dan komunikasi, gue berusaha memanfaatkan fasilitas yang tersedia di sekolah dengan cara menggunakan laboratorium komputer sesering yang diperbolehkan. Hehe, maklum, kalau masih semester ganjil biasanya jadwal penggunaan lab masih longgar, kalau udah semester genap biasanya bakal sering dipakai untuk Try Out atau ujian kelas XII.

Nah, sejalan dengan keinginan gue juga untuk mengurangi penggunaan kertas dalam pembelajaran (paperless), gue seringkali mengupload tugas yang harus dikerjakan siswa ke cloud storage. Nanti siswa tinggal buka url yang gue sediakan, dan membaca sendiri file yang harus mereka kerjakan. Gue selalu mengunggah file tugas dalam format PDF.

Tapi namanya juga siswa, setiap pertemuan selalu aja tanya, "Bu ini boleh di copy-paste atau enggak?". Harusnya sih mereka tau gue bakal jawab apa doong. Dari situ gue berpikir (tanpa bermaksud suuzon ke murid sendiri) bahwa akan selalu ada kemungkinan siswa untuk copy paste tugas yang harus mereka kerjakan. Oiya, fyi, gue ngampu materi tentang Microsoft Office, salah satunya Microsoft Word yang sebagian besar tugasnya adalah mengetik ulang sebuah teks dengan pemformatan yang sudah ditentukan.

Untuk mengantisipasi adanya kesempatan copy paste itu, sekaligus melatih mereka untuk terbiasa mengetik dan membaca, akhirnya gue memutuskan untuk memprotect file PDF yang gue unggah sebagai tugas mereka. Cara ini lumayan ampuh sih untuk siswa di sekolah tempat gue ngajar. Caranya juga nggak terlalu susah, cukup dengan satu software tambahan, yakni DoPDF 7 yang bisa diunduh gratis di sini, plus software PDF reader lain yang bisa gue pakai. Gue biasanya pakai Nitro PDF Reader yang Free.

Setelah selesai unduh DoPDF 7 nya, silakan diinstal terlebih dahulu.

Nah, sekarang saatnya mencoba!

1. Buka file PDF di PDF Reader yang kalian punya

2. Pilih menu File --> Print
3. Pada kotak pilihan Printer, pilih DoPDF v7 --> OK


 4. Pada kotak isian yang tersedia, pilih Nama File dan Lokasi Penyimpanannya --> OK

5. Taraaaa! Sekarang file PDFnya sudah tidak bisa dicopy-paste


Nah, beginilah usaha para guru untuk melatih siswa supaya tidak asal copy paste. Rasanya sih nggak terlalu sulit ya. Kalian bisa coba juga pakai cara ini. Selamat mencoba!

9 Agustus 2017

Mengurus Mutasi Kependudukan Antar Provinsi

Halo pembaca!

Belakangan jarang nulis. Maafkan ya. Nggak bisa dipungkiri, semangat nulis itu kadang-kadang sirna seiring dengan kesibukan dan kemalasan yang bertambah. Tiap hari tetep nulis sih, Cuma nulis pesan di whatsapp, sosmed, atau nulis administrasi guru dan materi pelajaran buat ngajar. Kalau nulis 'curhatan' udah lama enggak. Mudah-mudahan ada yang kangen ya, jadinya pas tulisan ini dipost nanti, udah ada yang nunggu buat baca. #yangPentingPDdulu

Kali ini gue akan bercerita mengenai pengalaman gue dalam mengurus mutasi kependudukan antar provinsi di tahun 2017 ini. Pindahnya dari provinsi Jawa Barat ke provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kenapa pindah, Peh? Ya, gue pindah karena ada suatu dan lain hal yang mengharuskan gue memiliki KTP di kabupaten Kulon Progo. Berartiiiii, dengan hati yang lumayan berat, gue harus berlepas diri dari KK milik Ayah gue untuk pindah jadi warga Kulon Progo.

Karena gue nggak berpengalaman sama sekali dalam mutasi kependudukan, gue akhirnya googling dulu. Baca sana-sini, banyak informasi, tapi lebih banyak kurang jelasnya. Nah, mudah-mudahan apa yang gue tulis ini bisa bermanfaat buat kalian yang mau ngurus mutasi kependudukan, khususnya dari kabupaten Bogor ke kabupaten Kulon Progo.


Di Kabupaten Asal

Kalian harus mengurus pindah pergi di kabupaten asal. Pas bagian pindah pergi ini gue nggak ngurus sendiri sih karena gue kerja di Jogja. Jadilah bagian pindah pergi ini diurus sama Ayah dan Adik gue. Yang perlu gue siapkan cuma KTP Asli, Fotokopi KTP dari KK yang akan dituju (buat cek alamat tujuannya) dan surat kuasa. Gue perlu bikin surat kuasa karena gue nggak bisa ngurusin sendiri sehingga harus diwakili Adik gue yang bakal ngurusin pencabutan berkasnya. Surat kuasa gue tulis tangan di kertas folio bergaris, kemudian dibubuhi materai 6000. Sebenernya nggak harus tulis tangan sih... Bebas aja.

Selanjutnya minta surat pengantar dari RT dan RW untuk dibawa ke Kelurahan. Karena yang ngurusin Adik gue, gue nggak begitu tau alurnya seperti apa. Yang jelas, ketika sampai di kelurahan, proses pencabutan berkas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) kabupaten itu bisa dilakukan sama orang kelurahan. Informasi dari Adik gue, buat cabut berkas dan bikin KK baru (tanpa nama gue) itu butuh waktu satu minggu. Berkas gue akhirnya dicabutkan sama orang kelurahan. Sayangnya, masih perlu bayar Rp. 150.000 tanpa dikasih nota.

Ternyata, 3 hari kemudian suratnya jadi (Masukin berkas senin, kamis udah bisa diambil). Kemudian dikirimlah surat itu ke Jogja. Sekarang, kirim dokumen secara kilat bisa pakai berbagai macam ekspedisi kok. Kemaren gue pake YES nya JNE #bukanEndorse. Alhamdulillah berkas sampai di Jogja tanpa nyasar dan tanpa ada cacat.

Di Kabupaten Tujuan

Setelah berkas sampai, kalian harus mulai ngurusin proses pindah datang di kabupaten tujuan. Kalian harus dateng ke Dindukcapil kabupaten. Karena gue pindah ke Kabupaten Kulon Progo, maka gue harus ke kantor Dindukcapilnya di Wates. Meskipun jam kerja kantor sampai 15.45, kalian perlu datang sebelum penyerahan berkas ditutup jam 14.00. Yang perlu disiapkan dan dibawa adalah


  1. Surat pengantar dari kabupaten asal (ada 2 lembar)
  2. Fotokopi akte kelahiran
  3. Fotokopi KK yang akan ditumpangi
  4. KTP Asli daerah asal (Kalau nggak ditarik)
  5. Fotokopi ijazah terakhir
  6. Foto berwarna terbaru ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar

Jangan lupa dimasukan ke map atau dikasih paper clip supaya nggak berceceran. Begitu masuk ke kantor Dindukcapil Kulon Progo, kalian bisa ambil nomor urut antrian untuk mengurus pindah datang. Nanti kalian akan diminta buat ngisi satu berkas sambil ngecek kelengkapan yang kalian bawa. Setelah berkas lengkap dan selesai diverifikasi, kalian bakal diminta untuk fotokopi berkas tersebut jadi 3 rangkap. Rangkap pertama buat Dindukcapil Kabupaten, rangkap kedua buat Padukuhan tujuan, rangkap ketiga buat kelurahan tujuan, dan rangkap terakhir yang isinya dokumen2 asli itu buat kecamatan tujuan. Berkas itulah yang nanti bakal dipakai untuk bikin KTP dan KK.

Berhubung KTP asli dari daerah asal udah ditarik, gue harus bikin surat pernyataan dengan dibubuhi materai 6000 sebagai pengganti KTP. Tapi tetep ada fotokopinya. Jadi, sebelum ngurus berkas pindah, KTP asli kalian lebih baik difotokopi beberapa lembar ya gaes. Daripada repot nantinya.

Urusan di Dindukcapil Kulon Progo selesai dalam waktu kurang lebih 45 menit dan tanpa ada pungli sama sekali. Horeeeeeeeey!

Ngasih Berkas Pertama ke Padukuhan

Langkah selanjutnya adalah kalian harus ke padukuhan tujuan kalian. Bawa berkas yang dibutuhkan, dan jangan lupa dikasih ke Pak Dukuh. Nanti Pak Dukuh bakalan ngasih surat pengantar yang dipakai untuk  bikin KTP dan KK. 

Ngasih Berkas Kedua ke Kelurahan

Surat pengantar dari Pak Dukuh langsung dibawa ke Kelurahan ya. Terus nanti kalian bisa langsung ke kelurahan. Di kelurahan tujuan, berkas dan surat pengantarnya diberikan ke petugas. Nanti petugas bakal nyatet data orang yang mau pindah ke buku registrasi KK dan KTP di kelurahan tersebut. Nanti petugas akan ngasih surat pengantar untuk pembuatan KTP dan KK yang mesti diserahkan ke kecamatan tujuan. Waktu yang dihabiskan di kantor kelurahan kurang lebih 20 menit.

Ngasih Berkas Ketiga (berkas Asli) ke Kecamatan

Setelah urusan selesai di kelurahan, kalian bisa langsung menuju tahap akhir di kantor kecamatan. Di kantor kecamatan, kalian serahkan berkas dan surat pengantar yang didapan dari kelurahan tadi. Nunggu kurang lebih 20 menitan juga sambil verifikasi data di KK, sambil ditanya-tanya juga sama petugas kecamatan, sambil dikepo-kepoin. Oiya, pastikan data yang mau dicetak di KK nggak ada yang salah ya gengs! Kemaren gue sempet rada keder karena ada data yang salah. Alhamdulillah ternyata data yang salah bisa diganti di kantor kecamatan. Jadi nggak perlu balik lagi ke kantor kelurahan.

Habis itu, jadi deh KK baru dan (pengganti) KTP. Karena gue udah pernah rekam data eKTP, jadinya tinggal ngambil data yang udah ada. Sedangkan KK barunya bisa diambil di kantor kecamatan, tapi waktunya pengambilannya lumayan lama. Kalau mau lebih cepet, KKnya bisa dibawa sendiri ke kantor Dindukcapil kabupaten dan dimintakan tanda tangan senidiri ke kepala Dindukcapil. Sebenernya ini buat orang yang selo aja sih. Berhubung sebenernya gue nggak selo-selo banget, tapi butuh KK nya cepet, jadinya gue lebih milih untuk cari tanda tangannya langsung ke Dindukcapil kabupaten.

Oiya, satu hal yang menjadi keprihatinan buat gue adalah, KTP elektronik yang bahannya nggak tau bakal tersedia kapan. Jadinya gue Cuma dikasih selembar kertas yang isinya surat keterangan. Karena bentuknya surat dan segede kertas A4, nggak bisa dong masuk ke dompet. Akhirnya ya gue tinggal aja di rumah nggak pernah dibawa. Udah gitu kalau mau dipakai buat suatu keperluan harus dilegalisir dulu. Jan -_- 

Dan sekarang gue udah resmi jadi penduduk di Kabupaten Kulon Progo. Yeeeeey~ Sebenernya sama aja sih, nggak ada rasa-rasa gimana gitu. Terlepas dari ada instansi yang pegawainya hari itu datang agak telat, gue bersyukur aja alurnya mudah dan pelayannya ramah. Mudah-mudahan selanjutnya bisa lebih baik lagi.

Itu tadi sekelumit cerita gue tentang proses mutasi kependudukan antar provinsi yang barusan aja gue alami. Semoga bisa menjadi bahan referensi buat kalian yang punya permasalahan sama dengan gue.

Babay!

30 Mei 2017

[Free Download] Handlettering Practice Worksheet Alphabet Edition

Halo fellas!

Setahun yang lalu, saat gue scroll feed instagram, gue nemu beberapa akun yang posting tentang handlettering. Kelihatannya kok seru. Kebetulan juga gue suka sama hal-hal yang berbau handmade. Jadilah gue memulai untuk belajar handlettering. Tools pertama yang gue punya waktu itu adalah waterbrush sama watercolornya Koi. Wiiihhh.... Kelihatan mevvah ya? Hihi. Yah, itu juga hadiah ulang tahun. Kalo beli sendiri rada mikir-mikir soalnya. Belajar handlettering belum pernah, punya basic juga enggak sama sekali. Yang ada waktu itu adalah nyoba terus, nyoba terus dan nyoba terus.

Gue cari banyak referensi dari internet. Follow banyak akun instagram sejenis handlettering, nyoba niru dan ternyata emang nggak gampang. Tapi dengan latihan yang rutin dan hati yang selalu senang tiap mau nggambar, lama kelamaan Alhamdulillah lumayan lancar dan gue udah sempet nerima beberapa #commisionWork dari orang-orang. Sarana gue latihan lagi adalah dengan ikut challenge handlettering dari akun-akun instagram gitu. Kalo dulu gue rajin ikut challenge yang dari akun @quranlettering. Biasanya challengenya mingguan, dan akan direpost buat karya-karya terbaiknya. Sayangnya udah 2 bulanan ini, akunnya nggak aktif gitu. Syedih~

Untuk pertama belajar sebenernya kalian bisa nyiapin brush yang agak lemes (gue pake Lyra), terus watercolornya, dan kertas yang tebalnya paling enggak 200gsm atau yang khusus buat watercolor. Soalnya kalau pakai kertas HVS yang 70gsm nanti malah nembus airnya. Kan not goood~

Atau kalian juga bisa pakai brushpen yang tinggal pakai aja. Tapi nggak enaknya adalah, satu brushpen cuma satu warna. Jadi buat bisa nulis warna-warni yaaa butuh banyak brushpen.

Peralatan buat belajar handlettering tuh mahal-mahal ya?
Emmmm... Bisa iya bisa enggak sih. Handlettering bisa dilakukan pakai tools mulai harga seribuansampai ratus ribuan. Tapiii, ada harga ada rupa sih. Hehe.

Kalo mau lihat transformasi yang sudah pernah gue alami, ni dia sedikit galerinya.

Pakai waterbrush dan watercolor KOI - Mei 2016

Mei 2016

Pakai Snowman Drawing Pen - Agustus 2016

Pakai pulpen Standard 2000an - Agustus 2016

Pakai Snowman Drawing Pen 0.1 - September 2016

Pakai Spidol Snowman - September 2016

Desember 2016
April 2017

April 2017

Pakai Masking Fluid - April 2017

Dalam rangka anniversary (ciah) pertama gue belajar handlettering, gue mau sedikit berbagi sarana latihan untuk ngeluwesin tangan belajar handlettering. Buat kalian yang mau coba buat belajar nulis-nulis indah, bisa mengawali pakai worksheet yang gue buat ini. Worksheet ini bisa kalian unduh gratis tis tis untuk belajar. Bisa kalian bagikan ke temen-temen kalian. Tapi, mohon untuk tidak diunggah ulang tanpa menulis credit dari gue ya.


Di blog ini udah ada menu "Handlettering" dari agak lama, tapi emang belum ada isinya. Nah, kalian bisa lihat progress handlettering dan gambar-gambar gue yang lainnya di akun instagram ini: @sasmitalokart

Kenapa @sasmitalokart?
Apa hubungannya sama nama gue?

Jawabannya ditunggu di post selanjutnya ya!
#elahSokPenting hahahaha :D

Selamat latihan!