18 Juni 2013

Cerita Jadi Panitia OSPEK Jurusan



Lalala Yeye :3

Kalau bicara apa yang saya dapatkan selama 4 bulan di tahun 2012, jelas, amat sangat banyak hal yang bisa saya ambil pelajarannya. 4 bulan yang memberikan banyak cerita yang bisa saya ingat dalam hidup saya, menggoreskan banyak kenangan, perjuangan, tawa bahagia dan air mata. Memberikan pelajaran bagi saya tentang sedikit 'contekan' dalam sebuah perjalanan hidup yang akan saya lalui nanti.

Dimulai dari bulan Mei 2012. Dimana saat itu saya masih memiliki tanggung jawab dalam sebuah kepanitiaan yang cukup besar di hima jurusan saya. Kemudian, ketika kepanitiaan itu hampir selesai, muncullah proker baru yang menawarkan open recruitmen untuk menjadi panita. Panitia yang tanggung jawabnya tidak sedikit, panitia yang akan memakan waktu yang cukup lama dalam persiapannya. Kepanitiaan itu adalah, kepanitian Ospek Jurusan dan SHIBERNIKA 2012. Ketika mendapat kabar itu, banyak teman yang menawari saya untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan itu. Tapi ketika itu, saya belum bisa langsung merasa yakin untuk ikut pada ajakan pertama. Saya memang punya keinginan untuk bergabung di kepanitiaan itu jauh-jauh hari sebelumnya, tetapi ketika melihat waktu yang cukup berdekatan dengan Ramadhan, dan saya juga memiliki tanggungan untuk pulang ke Bogor, saya menjadi agak ragu. Saya ragu apabila saya mengikuti kepanitiaan ini, maka saya tidak punya waktu yang cukup untuk kembali ke Bogor. Tentu saja, tidak hanya satu-dua hari. Setelah berkonsultasi dengan teman-teman dan juga orang tua saya, Alhamdulillah orang tua saya mengizinkan dengan syarat harus bisa pulang minimal 2 minggu. Hal itu pun saya sampaikan ke rekan-rekan. Saya sudah beberapa kali ditawari formulir, tapi hanya saya isi dan entah kemudian terselip dimana. Hingga pada akhirnya, saat temu perdana kepanitiaan ini, saya menampakkan wajah saya disana. Pemilihan amanah pun dilakukan, sehingga terpilihlah Arif Rianto sebagai ketua panitia. Kemudian, dipilih lagi  siapa-siapa yang mendapat amanah menjadi Sekretaris, Bendahara dan  Koordinator tiap sie. Saat itu, saya sudah memiliki keinginan untuk menjadi sie PDD, itupun setelah konsultasi juga dengan orangtua saya. Ketika, ada penawaran untuk menajdi sie PDD, saya dan Annis mengangakat tangan tanda kami ingin masuk dan menjadi bagian dari sie yang di koordinatori oleh Wulantika Arini.

Begitu pula untuk sie yang lainnya. Namun, belum lagi selesai pemilihan amanah itu dilakukan, jam malam hima untuk perempuan berlaku, yaitu jam 20.30 yang mengharuskan perempuan yang mengikuti agenda saat itu harus menghentikan aktivitasnya. Tapi malam itu bukan hanya perempuannya saja yang dipulangkan, tetapi temu perdananyapun disudahi dan pengumuman susunan panitia akan ditempel di sekretariat hima beberapa hari kemudian.

Beberapa hari kemudian saya mampir hima untuk melihat susunan panitia. Dan alangkah kagetnya saya ketika membaca nama saya ada di bagian sie Humas. Bagaimana bisa? Padahal saya mengangkat tangan ketika ada penawaran untuk sie PDD. Awalnya memang terasa tidak terima, kemudian mulai berfikir yaudahlah dijalani saja. Tapi setelah itu, saya teringat janji dengan ibu saya :O Janji untuk pulang ke Bogor dalam waktu 2 minggu, dan jika saya tetap menjadi sie Humas, paling tidak fisik saya harus selalu ada di Jogja untuk  yaa mencari tanda tangan atau berhubungan dengan orang-orang yang berkaitan dalam agenda ini. Saya kemudian bingung, dan bertanya, kenapa saya bisa 'nyasar' di Humas. Setelah itu, saya menemui kadep yang menangani proker ini untuk berkonsultasi mengenai kepindahan sie yang saya ambil. Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya saya dikembalikan ke sie PDD dengan komitmen yang benar-benar harus saya pegang teguh.

Menuju pertemuan dalam rapat besar Ospek Jurusan pertama, saya masih punya tanggungan LPJ yang harus diselesaikan. Alhamdulillah bisa selesai tepat waktu dan bisa istirahat buat mempersiapkan diri masuk ke kepanitiaan yang selanjutnya.

Setelah itu, beberapa minggu berikutnya rapat besar pertama dimulai. Saya bertemu dengan banyak teman baru terutama dari interen PDD. Kalau Ulfi sama Wulan sih sudah kenal, disini saya bertemu Anjar dari kelas E dan juga Ryan yang merupakan mahasiswa pindahan dari fakultas sebelah. Awalnya, kami baca dulu job descriptionnya PDD apa saja selama kepanitiaan ini. Lumayan banyak ternyata, tapi sebagian besar memang lebih menjurus ke desain-desain. Baik itu spanduk, cocard kreasi, cocard panitia, wearpack sampai kaos makrab. Saya merasa ada diantara orang-orang hebat yang berpengalaman dalam urusan desain mendesain. Dan ketika pembagian PJ untuk PDD, saya memilih untuk mendesain kaos.

Rapat internal PDD pertama adalah pembahasan warna tema. Cuma bahas warna aja bingung banget waktu itu. Padahal ketika perjalanannya nanti, warna itu tidak akan saklek. Tapi ya memang harus punya warna dasar yang akan sering digunakan dan lebih dominan.

Hal yang paling seru menurut saya adalah ketika mendesain cocard kreasi untuk maba. Awalnya, mikirin dulu bentuknya mau dibuat seperti apa. Kemudian, filosofi bentuk tersebut juga harus dipikirkan. Semuanya harus punya dasar yang jelas. Akhirnya, kami memutuskan untuk membuat cocard kreasi berbentuk IPad dengan berbagai macam komponen yang disesuaikan sehingga 'Elektronika dan Informatika' yang merupakan bagian dari Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika ini bisa muncul. Setelah memikirkan bentuknya, kami membuat blue print dari cocard tersebut. Hasil diskusi kami disampaikan pada rapat besar tiap minggunya. Tapi...... Bukan perkara sekali rancang langsung disetujui lho. Cocard kreasi PDD beberapa kali dapet revisi, mulai dari bentuknya yang katanya terlalu sederhana dan kurang rumit, sampai konten dan komponen pendukung dari cocard tersebut. Akhirnya, kami kembali berinovasi bagaimana memuaskan teman-teman yang lain, tapi tentu saja tidak semua saran kami laksanakan, PDD juga punya kewenangan untuk menentukan mau dibagaimanakan cocard tersebut (y)



Ditengah perjalanan, kami kedatangan rekan baru di PDD, namanya Syarifudin. Jadi, total anggota sie PDD ada 6 orang :D


saya, @ulfianugroho, Syarifudin, @FakhriYubie, Anjar, @wulantikaarini

Memasuki awal Ramadhan, saya dijemput orang tua saya yang datang ke Jogja dan kemudian saya harus ikut kembali bersama mereka ke Bogor dalam waktu 2 minggu dan meninggalkan teman-teman yang sedang berjuang disini. Awal-awalnya masih sering kepikiran job saya di Jogja, meskipun saya di rumah juga tetap kembali mendesain apa yang di PJ kan ke saya dan membantu teman-teman yang lain juga meskipun dari jauh. Tapi kemudian, koor saya bilang bahwa saya diminta menikmati liburan dulu dirumah. Betapa bu koor saya itu memang paling baik diantara koor yang lain :3 :D

Sekembalinya saya ke Jogja, saya langsung mengejar banyak ketertinggalan. Saat itu, saya juga ketambahan PJ buat bikin cocard panitia saat Ospek Jurusan. Jadilah, saya belajar corel draw sama photoshop juga, cari-cari ide buat desain cocard yang layak digunakan panitia. Ditengah perjalanan, banyak hal yang bikin agak sedih juga yaitu pas panitia yang dateng rapat cuma sedikit. Kasihan Arif, kasihan temen-temen yang lain, kasihan PH dan SC yang sudah menyempatkan diri untuk datang. Saya biar gimana juga ikut merasa bersalah karena dua minggu kemarin nggak bisa menghadiri undangan buat rapat T.T

Akhirnya, cocard kreasi dari PDD sudah fix. Manual book, langkah pembuatan dan pelatihan pembuatan sudah kami buat dan lakukan. Ternyata, teman-teman yang dulu pernah berkata bahwa cocard yang dibuat terlalu mudah juga pada akhirnya merasa kesulitan untuk membuat cocard dengan persyaratan yang sudah diberikan PDD. Hehe. Berarti, jangan menilai terlalu mudah atau sulit dulu ya sebelum dicoba :)



Pada masa ini, kita juga udah mulai persiapan menuju ospek jurusan. Yang gladi lah, yang cetak spanduk lah, yang ternyata stempelnya harus diganti lah, yang Anjar bawa cokelat lah, yang pinjem mobil kerumah Budi lah, yang baju panitia ceweknya aneh bentuknya lah. Yang gladi nggak pernah semuanya dateng lah, yang tugasnya kebagi-bagi sama ospek fakultas lah. Wah pokoknya kompleks banget deh permasalahannya.

Nah, tibalah saat TM Ospek Jurusan. Ini H-1 minggu sebelum pelaksanaan ospek jurusan. Pokoknya seharian itu kaki saya sakit, soalnya sepatu yang saya pake nggak enak banget jadinya telapak kaki saya yang sebelah kanan bener-bener ih waw banget rasanya. Tapi mesti tetep dipaksain buat jalan, lah masa iya saya mau duduk-duduk sementara yang lain kerja?
H-2 Ospek jurusan, PDD membuka stand pengecekan cocard di depan LPTK. Nggak ada yang lebih seru dan bisa diceritain selain tiap PDD ngumpul mesti banyak makanan, hehe. Terus Ulfi bawa doubledutch, tapi ada yang kurang. Ya, nggak ada sendoknya. Dan malam itu, saya sama Sobur berkelana nyari sendok. Di toko normal nggak ada yang jual dan akhirnya kita menemukan sendok setelah mencarinya di…Apotik.

Dan pas hari H ospek jurusan, itu bener-bener epic banget. Panitia diomelin sama PK alias penegak kedisiplinan. Kenapa? Telat briefing saudara-saudara. Ditambah saya juga kena hukuman tambahan karena menggunakan HP saat briefing, ah ini jebakan. Ini pasti jebakan. Dan seharian itu, saya ya jadi tukang foto. Udah.


Ada saya lho :3



Pas ada agenda evaluasi, ada sebuah pertumpahan emosi antara saya sama diri saya sendiri. Apa ya, rasanya tuh, kayak capek, udah nggak kuat, tapi tuh yang lain nggak ngerti pokoknya itu gara-gara evaluasinya kembali dipending. Dan dengan payahnya saya nangis setelah evaluasi selesai dipending. Ah payah banget pokoknya……. :|

Setelah itu, panitia, PDD terutama, harus kehilangan salah satu personil terbaiknya. Hush, pikirane. Ya, Ulfi harus meninggalkan kita semua di Jogja untuk berkelana mencari ilmu di Universitas Brawijaya, Malang. Beliau diterima dalam SNMPTN Tulis tahun 2012. Sebuah prestasi yang membanggakan. Terus kita bikin surat yang dikasih ke Ulfi, yang ditulis di buku rapatnya Ulfi dan ternyata Ulfi berhasil menemukannya. Sedih sih, berarti untuk ke Shibernika, fisiknya Ulfi nggak bisa nemenin disini…

***

Pas pertengahan puasa ini juga dilakukan survei untuk lokasi SHIBERNIKA. Lokasi pertama di Giricahyo, terus ke Mendak. Pas di Mendak, udah nyaris fix tuh.  Waktu itu, panitia yang ikut survei dalam keadaan puasa dan panas terik menyusuri calon rute jalan malam yang cukup jauh dan berkelak-kelok serta naik turun. Wah rasanyaaaaa, capek memang, tapi karena dilalui bersama teman-teman dan melihat mereka masih bersemangat, rasa capek itu luntur sendiri. Apalagi setelah tau bahwa sudah hampir sampai di basecamp, wuih, legaaaa rasanya bisa melepas lelah.



ini waktu habis survei ke Giricahyo, dapet bonus ke Prangdhog :)


Akhir-akhir Agustus merupakan masa-masa krusial di kepanitiaan yang sudah memasuki judul Panitia SHIBERNIKA. Permasalahan mulai naik satu persatu. Dan disini, benar-benar kita harus bisa menahan diri untuk tidak larut terbawa suasana sehingga kepanitiaannya bisa tetap berjalan begini adanya. Sudah banyak keluh-keluh yang keluar dari mulut teman-teman panitia, tapi kami disini ada bersama untuk saling mendukung, saling menguatkan, karena kata mas Arip, kita ini adalah keluarga.

Satu hal yang saya salutkan adalah kesiapan temen-temen panitia ketika H-2 minggu diminta untuk mencari list tempat makrab yang baru, karena tempat makrab yang lama dirasa kurang memenuhi standar untuk bisa menjalankan makrab ala HIMANIKA ini. Menurut Adit yang merupakan sie acara, dalam satu hari mereka mensurvei 7 tempat yang berbeda, dan di tempat ke 7 lah mereka merasa cocok untuk dijadikan tempat makrab.


Sentolo

Setelah tempat di fiksasi, kami semua mengejar ketertinggalan dan kebutuhan untuk shibernika. Beberapa kali simulasi dan survey dilakukan tapi sayangnya antusiasme panitia belum terlalu terlihat, dapat dilihat dari jumlah kehadiran saat agenda-agenda tersebut dijalankan, selalu saja hanya sedikit yang hadir. Padahal agenda ini begitu penting untuk memahamkan para panitia mengenai teknis acara, jadi ketika nanti ditanya baik itu oleh siapapun, kita siap untuk menjawabnya dengan yakin. Dan juga supaya kita benar-benar merasa masuk kedalam acara tersebut, mencari bagian mana yang sekiranya sudah cukup atau ada yang perlu diperbaiki.

Sampai H-1 minggu, temen-temen korlap dan acara udah mulai bolak-balik ke Sentolo buat persiapan dan fiksasi semuanya. Perjalanan yang cukup jauh tidak menghalangi mereka, bahkan beberapa ada yang menginap. Padahal, H-1 minggu itu sudah masuk kuliah semester ganjil sehingga sudah jelas bahwa panitia tidak akan bisa 100% fokus untuk hanya memikirkan shibernika saja karena ada kuliah yang juga harus diberi prioritas utama.

PDD sendiri di makrab ini mempersiapkan cocard, spanduk, kaos, stiker, backsong, backdrop dan cluecard. Untuk cocard sendiri, sebenernya dari jauh-jauh hari sudah jadi, tapi berhubung itu tadi…ada pergantian tempat makrab, 200an cocard baik untuk panitia dan peserta tidak jadi dibagikan dan harus direvisi untuk diganti di bagian nama tempatnya. File mentah cocardnya ada di Ulfi, dan ketika hal tersebut disampaikan ke Ulfi dia berkata bahwa hardisk laptopnya mengalami sedikit permasalahan. Dan suatu malam, ketika panitia sedang melaksanakan survey, ada kabar yang lebih mengejutkan bahwa data cocardnya tidak bisa diselamatkan. Saya kena panic attack, dan waktu itu posisinya masih ada di Sentolo. Pokoknya kalo saya kena sindrom panik kayak gitu, ini otaku dah rada susah dipake buat berfikir jernih. Dan akhirnya, temen-temen yang ada disitu nyemangatin saya, mereka bilang bahwa semuanya akan baik-baik saja. Malam itu sesampainya dirumah, saya tetep bikin backup cocardnya buat cadangan dan biar hati tenang. Hoooooh… Tapi kemudian, entah gimana ceritanya saya lupa, yang jelas, Ulfi ngabarin kalau cocardnya udah jadi dan tinggal dikirim ke Jogja buat dicetak. Tau rasanya kayak gitu tuh langsung cesss… Adem banget hati.

H-1 Shibernika, persiapannya udah semakin padat. Sebelum persiapan terakhir di Sentolo, saya sama temen-temen juga mempersiapkan apa yang perlu dibawa dan apa yang masih perlu diselesaikan di kampus. Pagi itu, temen-temen udah banyak yang bantuin motongin stiker shibernika. Terus saya juga masih ada keperluan cetak cluecard buat para MC besok. Wulan juga udah bawa kaos panitia ke PKM buat dibagikan per sie. Berangkat ke Sentolonya pun saya misah sama temen-temen yang dari pagi udah berangkat, saya berangkat sekitar jam satu siang setelah Sholat Jum’at dan setelah selesai masuk-masukin cocard kedalam plastic dan motongin talinya. Sampai di Sentolo, ternyata tenda peleton sudah berdiri dan  temen-temen juga udah pada sibuk sama tugasnya masing-masing. Jadwalnya PDD hari itu adalah masang spanduk, sama ngecek video, backdrop dan slide yang akan ditampilkan besok. Alhamdulillaah, persiapan kamera, handycam beserta chargernya juga udah lengkap dan tinggal dipakai. Sebelum pulang jam setengah sembilan, kita juga memisahkan cocard yang dipakai panitia yang menginap di Sentolo malem itu.

***
Hari H!
Panitia diminta kumpul jam 5, saya sih emang bukan tipe ngaretan ya :p Setelah sampai kampus, saya ke kost Wulan buat ngambil kaos Peserta. Terus pas yang lain  mengondisikan peserta, saya ke kost Annis pakai motornya Wildan buat jemput Annis yang ternyata kesiangan men :O Terus, saya baru sarapan. Waktu itu saya makan sebungkus berdua sama Ratna. Tapi karena posisinya udah telat makan dan suasananya buru-buru, saya jadi nggak bisa menghabiskan semua nasinya. Pas pemberangkatan, saya kebagian naik truk nomor 1 sama Aya. Naik truk TNI dan nggak ada pintu pengamannya itu lumayan horror ya, apalagi disepanjang jalan dilihatin orang-orang. Berasa apaan tau hehe..

Sampai di Sentolo, semuanya dimulai. Pas perkenalan panitia, Sobur sama Mbek membawakannya dengan seru men. Terus PDD juga kenalan, tapi kayaknya yang dapet sambutan lumayan banyak itu adalah Anjar. Yeeeeeey. Selama acara, saya kebagian PJ untuk dokumentasi sama operator pas acara temu alumni HIMANIKA. Jangan dikira cuma foto-foto doang tuh nggak capek yaaa, capek juga loh. Terus pas jadi operator itu, start dari habis Isya jam 7an, sampe hampir jam 10. Duduk, nggak ngobrol, ngadep leptop, dan setelah itu kepala saya rasanya kayak mau pecah. Sakit banget, dan saya minta izin sama Wulan buat minum obat dan istirahat di basecamp panitia. Dan ternyata istirahatnya bablas men, saya tidur :O Dan begitu bangun, posisi saya waktu itu kepalanya ketutupan jaket. Samar saya mendengar ada banyak orang di dalam basecamp, ternyata lagi briefing sebelum jalan malem men. Itu disitu isinya ada panitia, PH, DPO, Alumni, dan saya tidur. Kuranghajar. Saya galau mau gimana setelah itu. Kalau saya bangun, pasti semuanya nengok ke saya, akhirnya saya nunggu…nunggu…kok lama yaa nggak selesai-selesai, daaaaaaan selesainya hampir satu jam berikutnya. Untung ni muka ketutupan jaket jadinya nggak ketauan kalo udah bangun hehe.. Habis itu, untuk menebus rasa bersalah saya sama temen-temen yang saya tinggalin tidur tadi, saya keluar basecamp dan posisinya udah gelap banget sebelum pengondisian buat jalan malem. Karena saya waktu itu juga nggak ada job, saya ngobrol sama Anjar, Wulan, dan beberapa temen yang juga lagi  nyiapin buat jalan malem.

Pas temen-temen peserta udah pada jalan, kakak-kakak tingkat juga udah ke pos masing-masing, suasananya jadi sepi dan dingiiiin banget. Akhirnya saya ke lapangan, ke deket tenda P3K, masih ada beberapa kelompok yang belum jalan, dan ada beberapa temen panitia termasuk Arip, dan yang paling penting, disitu ada api men, anget hehe. Lihat temen2 MC, ngasih games ke peserta. Kenapa cuma lihat, soalnya kalo malem nggak ada dokumentasi sodara-sodara :D Tapi saya nggak tahan lama-lama disitu, tetep dingin. Dan pas saya balik ke basecamp, saya dititipin kardus yang isinya jam tangan sama dompet peserta sama mbak Arini. Nah, berhubung saya ngantuk lagi, tapi saya dititipin itu, akhirnya saya tidur sambil meluk kardus. Muahaha. Tapi tidurnya nggak lama sih, sebentar soalnya habis itu tambah dingin, dan waktu subuh udah masuk. Salut sama Divin yang jadi pusat HT, nggak tidur semaleman…

Setelah sholat subuh dan langit udah agak terang, dan juga setelah cari pengganjal perut, saya sama Anjar mulai kerja lagi untuk dokumentasi jalur malamnya. Jalan kaki men. Hehe. Untung hafal rutenya, lagian kalau nggak hafal juga ada petunjuk arahnya kok hehe. Sepanjang jalan, biar nggak capek kita cerita-cerita, terus sempet dikasih minum juga. Wah baik sekali ini panitia yang jaga di pos. Dan sampailah di pos 3, ah udah itu pokoknya nggak mau lama-lama disitu. Akhirnya langsung ngelanjutin rute untuk sampai lagi di basecamp. Habis itu, rombongan peserta satu persatu mulai datang, dan setelah di ceramahin, eh bukan diceramahin sih ya pokoknya dikasih wejangan sama Arip, mereka dapet kertas nominasi panitia yang harus mereka isi, terus dapet stiker shibernika, sama foto bareng panitia. Ahak.

Setelah siang, dan semua acara ceritanya di skip aja. Sebelum upacara penutupan yang diwarnai adegan lucu antara panitia-peserta-kaka tingkat. Pokona mah kitu nya :p Nah setelah upacara penutupan, ada pembacaan hasil nominasi. Setelah itu salam-salaman, dan gebyur Arip sama Adit pake air yang hiyek banget, terus semuanya pulang kecuali temen-temen yang masih tetep stay di Sentolo buat beres-beres apa yang belum dibereskan. Tenda peleton semuanya udah di cabut, ya pokoknya tinggal hal-hal kecil yang ada kemungkinan tertinggalnya. Yang penting ini temen-temen peserta dipulangin dulu.

Sesampainya di kampus dan setelah seluruh agenda selesai, panitia pake acara ngerjain salah dua temen peserta yang ulang tahun. Kita lempar-lemparan air, aaa seru. Dan tibalah saatnya panitia berfoto bersama, meskipun enggak seluruh panitia kebagian foto karena masih ada yang di Sentolo atau dalam perjalanan ke kampus, tapi itu semua udah cukup mewakili kok. Tapi foto-fotonya dapet bonus, yaitu disiram pakai air seember dari gedung PKM lantai 2 :O Haaaaah, and finally Alhamdulillah selesai juga shibernikanya.


Alhamdulillaaah ternyata di sekian banyak foto, ada foto sayaaaaaa :')
*menyeka air mata*


***
Dan yang paling mantep adalah, evaluasinya. Evaluasi yang dilakukan pasca Shibernika ini berlangsung selama lebih dari 2x putaran. Karena panitia yang menghadiri evaluasi nggak pernah memenuhi kesepakatan, akhirnya di pending. Sekalinya bisa evaluasi, dalam satu pertemuan cuma bisa mengevaluasi 2 sie. Tapi pas evaluasi terakhir, kalau nggak salah itu hampir sebulan setelah pelaksanaan Shibernika, yaaa berarti sekitar awal Oktober, suasananya udah nggak tegang kalo aku pribadi. Intinya pengen cepet selesai semuanya.

Dan, tamatlah juga cerita mengenai pengalaman saya menjadi panitia ospek jurusan dan shibernika yang di awal sempat saya ragukan. 4 bulan kepanitiaan. Salut sama semuanya yang bisa bertahan sampe akhir. Salut buat semua pengalaman, cerita, persahabatan, kekeluargaan.

Terima kasih buat Allah, buat Mbak Arini yang udah bersedia saya bribik dan percaya sama saya, buat Wulan yang jadi ibuk yang baik buat saya sama temen-temen, buat temen-temen PDD yang gokil abeees, buat temen-temen yang ngajarin saya arti profesionalisme, buat kepercayaannya di PDD sehingga saya bisa mendalami corel draw dan akhirnya saya bisa make HT *terharu*, buat seluruh temen-temen panitia yang hebat. Dan saya bangga dan senang bisa menjadi salah satu bagian dari kalian!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar dari: