2 Desember 2012

Kabut



Terkadang kita nggak bisa lihat apa yang ada di depan kita karena ketutupan kabut. Tapi kabut itu bukan jadi alasan untuk kita menyerah. Kita cuma perlu memperlambat sedikit kecepatan kita, supaya kita tidak salah langkah dan akhirnya malah terjatuh ataupun menabrak sesuatu yang tidak kita inginkan. Kabut diciptakan supaya kita lebih hati-hati. Supaya kita juga diberikan kesempatan untuk melihat disekeliling kita tanpa melulu melihat jauh kedepan.

Kalau memang terlalu dingin dan kabutnya memang terlalu pekat, berhentilah sejenak. Carilah tempat yang mampu mengistirahatkan kedua kakimu yang mungkin terlalu lelah untuk melangkah, matamu yang terlalu lelah untuk menatap. Karena manusia punya satu hal yang disebut dengan, keterbatasan. Duduklah. Rasakan setiap keindahan yang mampu kita pandang.

Tidak usah terlalu lama. Cukup sebentar saja dan gunakanlah kesempatan itu untuk menjadi sebuah titik balik dan evaluasi tentang apa yang telah dan akan kita lakukan setelah ini. Biarkan semuanya mengalir. Bukankah dengan begitu, semuanya akan menjadi lebih terbuka. Mungkin selama ini ada hal yang belum sempat terucap, masih ada ragu yang mengendap di dada. Lepaskan semua, biarkan kabut membawanya pergi.

Dan memang tidak ada manusia yang terlalu kuat di muka bumi ini...

Dan ketika kabut itu mulai menghilang, mari kita lanjutkan perjalanan ini. Dengan mantap dan yakin. Dengan diiringi usaha dan doa yang tak henti mengalir. Dengan tekad yang bulat dan rasa percaya yang penuh. Untuk mencapai apa yang kita tuju. Semoga setiap langkah yang kita pijakkan di Bumi Allah ini selalu mendapat keridhoan. Aamiin...

..Aku memang manusia biasa,
yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu
cinta untukmu luar biasa..
Manusia Biasa - Yovie and Nuno

2 komentar:

Komentar dari: