10 November 2012

Kunjungan (Tidak Hanya ke) Industri


Alhamdulillah, sudah nyaris seminggu di Jogja lagi setelah melalui 3 hari 2 malam didalam bis. Sekarang, saya akan cerita kenapa saya bisa sampai segitu lamanya ada di dalam bis. Iseng? Jelas enggak… Pokoknya, baca aja sampe abis. Cekidot.


Jadi, Minggu-Selasa, 4-6 November 2012 adalah hari yang ditunggu temen-temen semester 3 yang bakalan berangkat Kunjungan Industri ke Jakarta. Sebelumnya, sudah dilakukan technical meeting, yang hasil finalnya adalah Bis A yang terdiri dari kelas A dan B mengunjungi Trans TV, Bis B yang isinya kelas E dan G mengunjungi Microsoft, sedangkan Bis C yang hanya terdiri dari kelas F mengunjungi Biznet Technovillage. Kenapa pembagiannya seperti itu? Yak, panitia pasti sudah membuat perencanaan sebaik-baiknya. Meskipun awalnya sempet agak gimanaa gitu karena perjalanan jauh Jogja-Jakarta hanya untuk mengunjungi satu industri saja. Tapi ya, mari kita nikmati perjalanan ini.

Minggu, 4 November 2012 | 13.00 | Rektorat UNY


Upacara pelepasan di Rektorat

Kami dikumpulkan di lapangan depan rektorat untuk upacara pelepasan. Pake jas almamater tercinta, kami dibariskan per bis. Setelah  sambutan sekaligus doa, kami masuk ke bis masing-masing dan memulai perjalanan ini. Perasaan pertama waktu masuk di Bis C adalah…. Sempit -_- Ciyus deh. Nggak tau bakalan betah nggak sampai akhir acara. Tapi mau gimana lagi? Kalo nggak dibawa seneng, yang ada nanti cuma dapet capek doang.

Jalur yang dilewati adalah jalur selatan, lewat Purworejo. Berhubung di Bis C Cuma berisi kelas F, suasananya jadi akrab banget. Yaa, anggep aja ini makrab jilid 2 nya kelas F. Lelucon yang dilontarkan selalu bikin ketawa. Main kartu, gitar-gitaran, nyanyi-nyanyi sampai ngeledekin jalanan Purworejo yang katanya belum kesentuh aspal, tiang listrik sama nggak ada padi.

Suasana di bis

Saya masih berusaha menikmati perjalanan, masih nyanyi-nyanyi juga sampai akhirnya saya nggak betah dan pindah tempat duduk buat sementara, dari yang tadinya deket Akhi jadi duduk deket Aya. Begitu duduk disebelah Aya, saya langsung ngantuk, dan akhirnya….. tidur. Sayup-sayup masih kedengeran temen-temen cowok nyanyi lagu..

“Buat apaaa rapat, buat apaa rapat, lebih baiik ikut Capoeira”

Wkwk.

16.30 | Sari Bahari Restaurant – Gombong

Tempat transit kami yang pertama. Begitu bis C berhenti di sebelah bis B, saya bangun dan lanjut makan ala prasmanan. 

Aku kira ini KI :O

Kelas F tercintaaaah :*

Setelah makan, dan sholat terus ngobrol-ngobrol bentar diluar bis, saya kembali ke bis untuk melanjutkan perjalanan yang kira-kira masih kurang 10 jam lagi untuk sampai di tempat transit kedua kami yaitu Masjid Istiqlal. Setelah saya masuk bis C bersama kelas F lagi, dan bis kembali berjalan, bukannya istirahat, kami malah kembali mengadakan konser. Suara-suara sumbang dan nada-nada melenceng tidak kami pedulikan. Pokoknya bagaimana kami melepaskan semua beban bersama suara yang keluar, bernyanyi bersama, dalam satu tempat yang tidak pernah kami lakukan bersama-sama teman kelas F sebelumnya. Rasanya bahagia sekali.

Dan pada akhirnya, senar gitar yang dipakai Adit pun putus. Berhubung sudah cukup malam juga, akhirnya mbak Tour Guide alias Mbak Disma meminta kami untuk beristirahat dan mempersiapkan fisik kami untuk besok.

Akhirnya saya mencoba untuk tidur. Posisinya saya sudah duduk disebelah Akhi lagi. Miring ke kiri, merosot. Menghadap depan, kalo nggak merosot juga, lehernya sakit. Pokoknya semua gaya tidur udah saya keluarin, tetep aja belum nemu posisi yang wuenak. Terus, sekitar jam 12 malam ternyata posisinya sudah di jalan tol Kanci. Tapi ternyata bis kami tidak belok ke arah Jakarta, tetapi ke Bandung. Saya makin nggak ngerti ini bis mau lewat jalur mana. Percaya aja dah sama supirnya :D

Sekitar jam 3, kami sudah masuk tol Cikampek. Kondisi bis C sepi, penghuninya sudah terlelap. Dan ketika jam 4.30, lidah api Monas sudah terlihat, berarti sesaat lagi kami tiba di tempat transit kedua yaitu Masjid Istiqlal, Jakarta. Disini kami hanya mandi, sholat Subuh dan sarapan. Kalo inget perjuangannya buat mandi, hehe. Mulai dari ngantri sampe minta-mintaan sabun sama pasta gigi.. Itu seru, men :D

Adus sik ndak mambu bis

Jam 7 lebih beberapa menit, temen-temen TL (Tour Leader) udah ‘nggusah’ kami untuk kembali masuk ke Bis untuk melanjutkan perjalanan kembali menuju lokasi KI bis C, yang katanya paling jauh, yaitu ke Biznet Technovillage yang ada di Riverside Golf, Cibubur. Daaaaan, ternyata itu lokasinya deket banget sama perumahan saya. Jadi, KI kali ini malah kayak nganterin saya pulang.

Begitu sampai di Biznet Technovillage, saya yang sebelumnya memang sudah berkoordinasi sama ibu dan bapak saya, akhirnya bisa ketemu juga. Bisa cium tangan mereka berdua + ketemu jagoan saya, Dek Radit yang sekarang pipinya tambah nyempluk dan rambutnya gondrong. Tapi pertemuan itu nggak bisa berlangsung lebih lama, soalnya emang kita kesana kan bukan buat acara mudik, tapi buat KI. Akhirnya saya berpisah lagi sama kedua orang tua saya dan bergabung sama temen-temen yang udah nunggu duluan di lobby nya Biznet.

Senin, 5 November 2012 | 09.00 | BiZnet Technovillage, Cibubur

Lobby BiZnet Technovillage

Saat menunggu panitia selesai melakukan administrasi atau registrasi atau apalah itu namanya, saya masih mbrebes mili gara-gara ketemu ibu bapak saya yang cuma sebentar banget. Tapi itu nggak lama kok, saya harus kembali ceria J Eh, nggak lama saya lihat dibelakang tempat duduk saya ada stop kontak, berarti saya bisa ngecharge HP. Hehe. Berhubung charger saya ada di Bis, saya pinjem punya Hilma.

Beberapa belas menit kemudian kami dibagikan ID Card dari BiZnet, yaitu ID Card sebagai Visitor yang berwarna Biru. Jadi, ID Card itu fungsinya selain untuk tanda pengenal, juga agar memiliki hak akses untuk masuk ke gedung yang ada di Biznet. Di ID Card tersebut terdapat sensor yang dapat membukakan gerbang supaya kita bisa masuk, dengan cara menempelkan ID Card tersebut ke penerima sensor. Jadi semacam kayak kartu langganannya Trans Jakarta gitu deh (eh, ada nggak sih? Wkwk).

Begitu kami masuk, kami disambut oleh arsitektur bangunan yang ramah lingkungan banget. Banyak banget kacanya, jadi kalau siang nggak perlu menyalakan banyak lampu. Terus dalemnya itu adem banget (iyalah ada AC nya), wkwk bukan adem itu tapi kalo lihat bikin adem soalnya masih banyak pohonnya. Terus pas kita mau nyebrang dari lobby ke salah satu gedungnya itu, nanti kita lewat jembatan yang dibawahnya ada kolamnya, nah bentuk kolamnya itu nggak saklek kotak kayak biasanya, tapi bentuknya abstrak dan ditengah kolamnya itu bisa ada pohonnya. Karena konsep pembangunan BiZnet Technovillage ini mengusahakan agar tidak banyak pohon yang ditebang. Kalaupun harus ada pohon yang ditebang, untuk satu pohon yang ditebang harus diganti dengan menanam dua pohon.

Penampakan jembatannya

Setelah itu, kami diantar Mas Haris untuk naik ke lantai 5 gedung A. Mau dibawa kemana yaa? Ternyata eh ternyata, setelah sampai lantai 5, kami harus naik tangga ke satu lantai lagi diatasnya dan ketika kami sampai, kami sudah disambut dengan sebuah tempat yang cool. Namanya, TechnoLounge. Jadi, TechnoLounge ini kayak kantinnya BiZnet Technovillage gitu. Terus disebelah TechnoLounge ada ruangan yang biasa dipake buat kerja sama Mas Harisnya. Sekeliling ruangan dipenuhi kaca, jadi kita bisa bener-bener melihat pemandangan di luar.

Techno Lounge

Nah, selanjutnya kami diajak untuk tour ke ruangan-ruangan yang ada di BiZnet Technovillage. Sebelumnya, rombongan kami yang berjumlah 31 orang dibagi menjadi dua. Rombongan 1 dipandu oleh Mbak Azkia, dan rombongan 2 yaitu rombongan saya dipandu oleh Mbak Syafira. Sayangnya, disini kami nggak boleh membawa kamera dan HP selama tour keliling, yah jadinya gak bisa dokumentasi deh :/ Tapi nggak apa-apa, semoga ingatan kami tentang BiZnet tak lekang oleh waktu.. Hehe..

Pertama, kami turun ke lantai 5. Disana terdapat ruangan untuk CS atau Customer Service dari 2 produk yang dimiliki BiZnet, yaitu max3 dan yang satunya lagi apa saya lupa. Hehe. Di ruangan ini, satu orang harus menghadap ke dua layar monitor yang isinya entah apa. Dan CS ini harus online 24 jam untuk  memberikan pelayanan yang terbaik kepada customer.

Selanjutnya kami turun ke lantai 1, dan menuju ruangan yang bisa disewakan untuk berbagai kegiatan seperti meeting dan lainnya. Dan disitu kami dijelaskan, bahwa gedung data center itu dibangun harus 35 km dari pusat kota dan 65m diatas permukaan laut. Kenapa? Tujuannya adalah agar jika terjadi huru-hara di pusat kota, dan terjadi bencana di dekat pantai, data centernya masih aman.

Next, kami akan pindah ke gedung yang satunya lagi. Kalo nggak salah, gedung C. Tapi tidak sembarangan orang bisa mengakses gedung C, meskipun yang sudah memiliki ID Card biru karena gedung C inilah yang merupakan inti dari perjalanan tour kali ini, yaitu terdapat ruangan data center dan ruangan penting lainnya. Jadi, kami harus menukar ID Card biru kami dengan ID Card berwarna abu-abu. Banyak hal yang dijelaskan oleh tour guide kami yaitu mbak Syafira termasuk bahwa BiZnet membuka peluang sebesar-besarnya jika ada mahasiswa yang ingin magang atau praktik industry, tentu saja sebelumnya mengirimkan surat ke HRD  BiZnet.

Kami kemudian dibawa menuju ruangan tempat menyimpan diesel yang digunakan sebagai pembangkit listrik untuk data center di BiZnet, tapi berhubung ruangan ini sangat bising maka kami diwajibkan untuk menggunakan ear plug agar pendengaran kami terjaga dari kebisingan. Disana kami juga melihat transformers loh? Hayo, ada yang tau nggak transformers itu apa? Pokoknya bukan mobil yang bisa jadi robot itu loh … :p

Setelah itu, kami diajak untuk masuk ke ruangan data center. Tapi sebelumnya, demi kebersihan ruangan, kami diminta untuk mengganti alas kaki yang kami gunakan dengan alas kaki yang telah disediakan oleh BiZnet. Begitu masuk, kami dihadapkan dengan sebuah ruangan yang terdiri dari banyak kotak kotak berwarna hitam dengan lampu kuning yang berkedip-kedip. Di bagian atas ruangan terdapat banyak sekali kabel, baik dari kabel UTP sampai kabel FO yang memiliki jalur tersendiri agar tidak kusut dan mudah penanganannya jika terjadi kerusakan. Selain mendapatkan penjelasan soal data center, kami juga bertemu dengan Vice President BiZnet Technovillage, Mr. Jonathan Kien yang turut menjelaskan tentang sistem alarm kebakaran yang ada di ruangan data center tersebut. Berhubung mister ini bule, jadi pas beliau jelasin soal alarm itu jadinya lucu. Kadang beliau menggunakan bahasa inggris, kadang bahasa Indonesia. Dan pas beliau ngomong pake bahasa Inggris, saya kadang melongo, yang mengindikasikan bahwa saya emang masih susah memahami pembicaraan dari orang luar negeri :3

Pas udah puas keliling bahkan sampai ke roof top segala buat lihat parabola, kami kembali ke Techno Lounge dan ternyataaaa kami disuguhi coffee break loh :D Lumayan buat bikin melek. Dan begitu saya duduk sambil nunggu kopinya dingin, Annis nyamperin saya.

“Peh, kamu mau pulang nggak?”

“Lah emangnya boleh? Waktunya?”

“Kita disini masih sampe jam 12, masih ada waktu 1 jam buat kamu pulang. Nanti kalo kita udah mau pergi lagi, kamu tak kabarin..”

“Beneran, Nis. Panitia?”

“Gapapa, aku udah ngomong”

Kyaaaa, seneng bangeeet. Ternyata aku masih dikasih kesempatan buat nengokin rumah walaupun cuma sebentar. Disitu posisinya udah jam 11 lewat beberapa menit, dan saya bener-bener memaksimalkan waktu saya yang sebentar itu buat nengokin rumah yang udah sekitar 3 bulan-an nggak saya tengokin. Cukup banyak yang berubah, termasuk itu kenapa ada TV nemplok di tembok :O

Jam 12.00 saya udah di hubungin sama Annis buat balik lagi ke BiZnet. Alhamdulillaaah, sampai sana masih sempet kebagian photosession sekelas. Gilaak, kece banget kita pake almamater biru kebanggaan UNY dan dapet merchandise biru-biru juga dari BiZnet :D

Matching yak :D

Saya dapet ini.. *tapi HPnya enggak*

Selesai foto-foto dan pamitan, kami kembali ke Biz, eh Bis buat menuju destinasi selanjutnya yaitu…. Jejeeeng, belanja dan jalan-jalan di Cibaduyut, Bandung :D

Dan sepanjang sisa perjalanan ke Cibaduyut diiringi dengan hujan yang cukup deras….

16.45 | Cibaduyut, Bandung

Sampai di Cibaduyut udah mau Magrib dan Cuma dikasih waktu sampe jam 18.00 sama panitianya. Aaaak sebentar banget -_- Yaudah, tanpa buang-buang waktu, saya langsung keliling jalan Cibaduyut padahal nggak tau mau beli apa. Sampe bolak balik ngelewatin kios yang itu lagi itu lagi, akhirnya saya memutuskan buat beli tas lucu gitu warnanya biru muda bunga-bunga. Habis itu mau beli yang lain tapi nggak sreg, dan pengennya beli sesuatu yang Cuma ada di Bandung dan nggak ada di tempat lainnya. Akhirnya beli siomay yang dijual di Bandung. Wkwk :D

Suasana parkiran bis

Begitu balik ke Bis, gileee.. Temen-temen udah kaya orang mau kulakan boneka. Banyak bener berooo. Mulai dari yang kecil banget sampe yang gede aja ada tuh bonekanya. Bahkan, saya pun tidak terfikir beli boneka :O

19.30 | Rumah Makan Apa Gitu

Yak berhubung nggak tau namanya, pokoknya rumah makan masih di daerah Bandung. Buat makan malam. Disini saya beli kaos yang motifnya sama kayak Akhi, Rahma sama Annis. Aaaak akhirnya kami punya sesuatu yang sama, berempat :D

Rahma, Saya, Akhi, Annis

Setelah makan malam, masuk ke Bis lagi. Udah nggak punya tenaga buat nyanyi kayak malem sebelumnya, dan akhirnya saya tertidur pulas dari Bandung – Wates. Hehe. Entah karena bisnya jadi nyaman atau emang ngantuk pol, saya bisa tidur dengan pulas tanpa bingung harus tidur dengan posisi yang kayak gimana. Setelah istirahat di Wates buat sholat Subuh, saya melek dan nggak tidur lagi. Menikmati pagi di Jl. Wates sambil mikir nanti mau kuliah apa enggak yaaa… hehe

Selasa, 6 November 2012 | 06.00 | Rektorat UNY

Alhamdulillaaaaah, perjalanannya selesai juga. Kami tiba di rektorat dengan sehat, selamat, dan utuh. Bis C sampai paling pertama. Sampai rumah, tiduran bentar terus mandi, dan pas udah cantik banget mau kuliah sekitar jam 8 kurang, temen yang udah di kampus bilang “kuliahnya udahan..” Wkwkw :D Okelah kalo begitu….

Yah, begitulah sekelumit cerita Kunjungan Industri 2012 yang punya banyak kesan tersendiri bagi peserta dan panitianya. Entah dari sisi industrinya, bisnya, makanannya bahkan sampai kamar mandinya yang ternyata ajaib dan mengundang perhatian lebih banyak daripada Industri yang dikunjunginya. Saya anggap, 3 hari 2 malam itu bukan sekedar KI biasa. Tapi malam keakraban untuk kelas F PTI 2011, dan juga mudik kerumah walaupun cuma satu jam.

Terima kasih buat panitia yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya sedemikian rupa, sehingga memberikan kesan yang positif buat saya. Semoga buat temen-temen yang lain juga. Terima kasih juga pin nya :3 Maap kalo saya pas TM rada ngeselin yak..

Semoga KI kali ini bisa membuka pandangan kita, lebih luas, lebih jauh dan lebih dalam tentang, mau dibawa kemana sih diri kita? Hehe. Yah, itu, sedikit dari saya. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi terutama dari segi fasilitas yang didapat peserta dari setiap industry kalo bisa dibuat sama.

Semangaaaat :D

1 komentar:

Komentar dari: